Ziarah Kreatif Warnai Hari Kedua Nusra Youth Day

  • 05 Jul 2026 18:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Hari kedua Nusra Youth Day (NYD) III di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat 3 Juli 2026, diisi dengan ziarah kreatif yang melibatkan 837 peserta dari sembilan keuskupan di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan iman kaum muda Katolik dengan situs-situs rohani ikonik di Keuskupan Maumere.

Panitia membagi peserta ke dalam tiga kelompok ziarah yang menempuh rute berbeda di sejumlah lokasi religius. Pembagian itu dilakukan agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara tertib sekaligus merasakan pengalaman spiritual di tempat-tempat bersejarah bagi umat Katolik Sikka.

Kelompok pertama mengunjungi Taman Doa Maria Bunda Segala Bangsa di Wuliwutik, Gereja Tua Sikka, dan Sanctuarium Wisung Fatima Lela. Rangkaian ziarah kelompok ini ditutup dengan misa bersama Uskup Larantuka, Mgr. Hans Monteiro, serta sesi dialog santai bertajuk “Ngopi” atau Ngobrol Pintar.

Kelompok kedua bergerak menuju Replika Kota Betlehem Nele, Gereja Paroki Ili, dan situs Watu Krus di Bola. Setelah menuntaskan perjalanan, para peserta mengikuti misa di Gereja Paroki Bola dan berdialog bersama Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Sementara itu, kelompok ketiga menapaki rute menuju Patung Kristus Raja Maumere dan Gua Maria Watu Wea di Magepanda. Ziarah kelompok ini diakhiri dengan perayaan misa yang dipimpin Uskup Agung Ende, Mgr. Paul Budi Kleden, SVD.

Patung Kristus Raja Maumere menjadi salah satu titik yang menyita perhatian peserta karena memiliki nilai historis bagi Gereja Katolik di Flores. Situs rohani itu diketahui pernah diberkati Paus Yohanes Paulus II saat kunjungannya ke Maumere pada 1989.

Sepanjang perjalanan, para peserta tidak hanya berdoa dan mengikuti misa, tetapi juga membangun interaksi antarkaum muda dari berbagai keuskupan. Suasana ziarah berlangsung hangat karena dipadukan dengan percakapan, refleksi iman, dan kebersamaan di setiap titik kunjungan.

Ketua panitia menempatkan ziarah kreatif sebagai salah satu agenda penting dalam NYD III karena memberi pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal warisan iman Gereja lokal. Melalui pola ini, peserta diajak memahami sejarah kekatolikan di Sikka sambil meneguhkan identitas mereka sebagai Orang Muda Katolik di kawasan Nusra.

Dengan rute perjalanan yang cukup panjang, ziarah kreatif pada hari kedua NYD III menjadi lebih dari sekadar kunjungan ke tempat-tempat rohani. Kegiatan ini menjelma sebagai perjalanan batin yang memperdalam spiritualitas sekaligus memperkokoh persaudaraan di antara kaum muda Katolik Nusa Tenggara dan Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....