Sarasehan Horinara Perkuat Rekonsiliasi dan Persatuan Masyarakat Adonara
- 03 Jun 2026 11:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flotim – Pemerintah Kabupaten Flores Timur menggelar Sarasehan Penanganan Konflik Komunal bertajuk Jalan Baru Kemartabatan Lewotana di Kantor Desa Horinara, Kecamatan Kelubagolit, Senin 1 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi ruang dialog berbagai elemen masyarakat untuk membahas upaya pencegahan dan penyelesaian konflik sosial di wilayah Adonara.
Sarasehan dibuka langsung oleh Bupati Flores Timur dan dihadiri sekitar 500 peserta. Mereka terdiri atas camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda se-daratan Adonara.
Forum tersebut menghadirkan pandangan dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi hingga aparat keamanan. Seluruh narasumber menyoroti pentingnya rekonsiliasi, penguatan nilai adat, dan pembangunan kesadaran kolektif dalam menjaga persatuan masyarakat.
Komandan Kodim 1624 Flores Timur, Erly Merlian, menegaskan bahwa adat merupakan warisan luhur yang mengajarkan penghormatan, kebijaksanaan, dan pengendalian diri. Menurutnya, nilai-nilai adat tidak pernah menjadikan kekerasan sebagai jalan untuk menyelesaikan persoalan.
Ia mengatakan konflik selalu meninggalkan dampak yang merugikan bagi semua pihak. Kerugian tersebut meliputi rusaknya hubungan persaudaraan, terganggunya aktivitas masyarakat, melemahnya perekonomian, hingga berkurangnya rasa aman di lingkungan sosial.
Karena itu, Dandim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh kepentingan yang berpotensi memecah persatuan. Ia menilai persatuan menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Dandim juga mengingatkan pentingnya mengedepankan nilai-nilai Pancasila sebagai perekat kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia mengajak masyarakat menjadikan adat, budaya, dan semangat gotong royong sebagai fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Sarasehan ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga wadah mencari solusi atas berbagai persoalan sosial yang pernah terjadi. Melalui dialog terbuka, peserta didorong untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga perdamaian dan mempererat hubungan antardesa.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkokoh nilai-nilai budaya Lamaholot yang telah lama menjadi identitas masyarakat Flores Timur. Nilai budaya itu dinilai memiliki peran penting dalam membangun sikap saling menghormati dan menyelesaikan perbedaan secara damai.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur berharap semangat kebersamaan yang lahir dari sarasehan ini dapat terus terjaga di tengah masyarakat. Dengan demikian, Adonara dapat menjadi contoh dalam menjaga keamanan, memperkuat persaudaraan, dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....