Ribuan Umat Ikuti Perarakan Arca Ine Maria Guadalupe Sambut Harlah Pancasila

  • 01 Jun 2026 17:35 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Ribuan umat Katolik mengikuti prosesi Perarakan Arca Ine Maria Guadalupe yang menjadi bagian dari rangkaian Doa Kebangsaan dalam Pekan Ende Street Festival (PESTA) menyambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni. Arca tiba di Gereja Paroki Santo Donatus Bhoanawa, Kabupaten Ende, Minggu 31 Mei 2026 malam, setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih empat jam.

Perarakan dimulai sekitar pukul 15.00 WITA dari Gereja Kristus Raja Katedral Ende menuju Gereja Santo Yoseph Onekore. Selanjutnya, rombongan bergerak ke depan Pusat Pastoral Keuskupan Agung Ende dan disambut umat Paroki Santo Marinus Purere.

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Simpang Lima Kota Ende yang disambut umat Paroki Mautapaga dengan antusias. Rombongan selanjutnya menuju persimpangan Jalan Ahmad Yani dan Katedral yang disambut umat Paroki Worhonio sebelum tiba di Bhoanawa sekitar pukul 19.00 WITA.

Sepanjang perjalanan, jumlah umat yang mengikuti prosesi terus bertambah. Arca diarak dengan berjalan kaki sambil diiringi doa-doa dan nyanyian rohani yang menciptakan suasana khidmat di sepanjang rute perarakan.

Setibanya di Gereja Santo Donatus Bhoanawa, arca disambut dengan sapaan adat dan tarian tradisional sebelum memasuki gereja. Antusiasme umat terlihat tinggi hingga kawasan sekitar gereja dipenuhi ribuan orang.

Salah seorang umat asal Maumere, Alfonsa, mengaku datang secara khusus untuk mengikuti prosesi tersebut sebagai bentuk devosi kepada Bunda Maria Guadalupe. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya memperkuat iman umat, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan.

"Di sini kita melihat adanya toleransi, nilai-nilai kebangsaan, dan kebersamaan tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang. Ini menjadi bukti inkulturasi antara agama, kebangsaan, dan budaya," ujarnya.

Alfonsa, salah seorang umat/peziarah asal Kabupaten Sikka saat diwawancarai RRI saat menunggu kedatangan arak-arakan prosesi Ine Maria Guadalupe di Ende 31 Mei 2026. (Foto: RRI/Rico)

Sementara itu, seorang pemudi dari Paroki Santo Yoseph Onekore, Lia, mengatakan dirinya mengikuti prosesi karena panggilan iman dan keinginan untuk berdoa lebih khusyuk kepada Bunda Maria. Ia mengaku momen tersebut terasa istimewa karena berlangsung bertepatan dengan penghujung Bulan Maria.

"Saya mengikuti perarakan ini karena ingin berdoa lebih dekat dengan Bunda Maria. Apalagi ini pertama kalinya saya ikut dan bertepatan dengan penutupan Bulan Maria, sehingga menjadi pengalaman yang sangat berkesan," kata Lia.

Hal serupa disampaikan Sonia yang juga mengikuti seluruh rangkaian prosesi. Meski harus berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh, ia tetap merasa senang karena dapat ambil bagian dalam kegiatan yang menurutnya menjadi bentuk penghormatan dan doa kepada Bunda Maria.

"Walaupun perjalanan cukup melelahkan karena harus berjalan kaki cukup jauh, saya tetap senang bisa mengikuti perarakan ini. Ini menjadi bentuk kesungguhan iman dan penghormatan saya kepada Bunda Maria," ujar Sonia.

Lia (kiri) dan Sonia (kanan) saat diwawancarai RRI usai mengikuti prosesi pengantaran Arca Ine Maria Guadalupe ke Paroki Santo Donatus Bhoanawa, Minggu 31 Mei 2026. (Foto: RRI/Rico)

Perarakan Arca Ine Maria Guadalupe menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Doa Kebangsaan menyongsong Hari Lahir Pancasila di Ende. Selain sebagai wujud devosi umat Katolik, kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat persaudaraan, toleransi, dan persatuan yang terus hidup di Kota Ende sebagai tempat lahirnya nilai-nilai Pancasila.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....