Launching Festival Golo Curu 2026 Digelar 9 Juli, Panitia Intensifkan Persiapan

  • 04 Jul 2026 00:05 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Panitia Festival Golo Curu (FGC) 2026 terus mengintensifkan berbagai persiapan menjelang launching festival yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026 di Natas Labar-Motang Rua. Berbagai kesiapan teknis hingga rangkaian acara mulai dimatangkan melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Puspas Keuskupan Ruteng, Rabu 1 Juli 2026.

Festival Golo Curu Maria Ratu Rosari merupakan perhelatan religi dan budaya yang memadukan nilai spiritual, budaya Manggarai, serta potensi pariwisata daerah. Festival ini menjadi ruang perjumpaan umat dan masyarakat untuk merayakan iman sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Dalam rapat tersebut, panitia membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan, mulai dari rangkaian kegiatan, keterlibatan peserta, promosi, kesiapan logistik, hingga sejumlah agenda pendukung lainnya. Pembahasan kemudian dilanjutkan bersama masing-masing seksi kepanitiaan guna memastikan setiap bidang dapat menjalankan tugas secara optimal.

Ketua Pelaksana Festival Golo Curu 2026, RD Ignasius F.R. Bora atau yang akrab disapa Romo Pepi Bora, mengatakan launching Festival Golo Curu menjadi langkah awal untuk memperkenalkan seluruh rangkaian kegiatan sekaligus mengajak masyarakat mengambil bagian dalam menyukseskan festival tersebut.

“Festival Golo Curu bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi perayaan iman yang berpadu dengan budaya Manggarai. Kita ingin menghadirkan ruang bersama yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan keterlibatan seluruh umat serta masyarakat,” ujar Romo Pepi Bora.

Menurutnya, Festival Golo Curu diharapkan dapat terus berkembang menjadi salah satu ikon wisata religi dan budaya di Manggarai yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam penguatan ekonomi kreatif dan promosi potensi lokal.

“Melalui festival ini kita ingin menunjukkan bahwa iman, budaya, dan kehidupan masyarakat dapat berjalan bersama. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak sangat penting agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Ia berharap Festival Golo Curu 2026 dapat menjadi milik bersama, bukan hanya milik panitia semata. “Mari bersama-sama menyukseskan kegiatan ini sebagai bentuk syukur dan kebanggaan atas kekayaan iman dan budaya yang kita miliki,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Festival Golo Curu 2026, Th. Yosefus Nono, mengatakan seluruh panitia terus melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan setiap bagian, khususnya terkait susunan acara dan kebutuhan logistik.

Ia menjelaskan, launching Festival Golo Curu 2026 akan diawali dengan penampilan lagu tema Festival Golo Curu yang dibawakan anak-anak disertai gerakan animasi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, sambutan Ketua Panitia, sambutan Bupati Manggarai, serta sambutan Uskup Ruteng.

“Setelah rangkaian sambutan, acara akan dilanjutkan dengan lagu bersama dan prosesi perarakan arca Bunda Maria Golo Curu menuju lokasi acara. Selanjutnya dilakukan pemberkatan dan ditutup dengan lagu serta gerakan bersama,” jelas Yosefus Nono.

Selain itu, panitia juga tengah mempersiapkan dukungan multimedia untuk menampilkan dokumentasi pelaksanaan Festival Golo Curu pada tahun-tahun sebelumnya.

“Ada beberapa tayangan dokumentasi yang akan ditampilkan. Karena itu kami membutuhkan dukungan peralatan seperti layar atau videotron agar pesan dan dokumentasi kegiatan dapat tersampaikan dengan baik,” katanya.

Menurutnya, berbagai aspek pendukung lain seperti konsumsi, penataan panggung, dan pengaturan lokasi kegiatan juga menjadi perhatian penting panitia demi memberikan kenyamanan bagi peserta maupun masyarakat yang hadir.

Festival Golo Curu sendiri akan menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa religi dan budaya, di antaranya prosesi Maria Ratu Rosari, pertunjukan seni budaya, karnaval budaya, pameran UMKM, kuliner khas Manggarai, serta sejumlah kegiatan yang melibatkan komunitas dan masyarakat.

Panitia berharap Festival Golo Curu 2026 dapat menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan, memperkenalkan budaya Manggarai kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM dan komunitas lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....