PLN UIP Nusra Bangun Rumah Adat Gonggor, Perkuat Ikatan Kultural Masyarakat

  • 26 Apr 2026 20:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai — PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menuntaskan pembangunan Rumah Adat Gendang Gonggor di Desa Wewo, Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai. Proyek yang direalisasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini tidak hanya menghadirkan kembali fungsi fisik rumah adat, tetapi juga mempererat relasi sosial-kultural antara PLN dan masyarakat setempat.

Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat adat Gendang Gonggor menganugerahkan status “ase kae” kepada PLN UIP Nusra—sebuah pengakuan yang menandakan kedekatan emosional layaknya saudara dalam struktur sosial masyarakat Manggarai.

Tua Adat Gendang Gonggor, Stefanus Angkut, menyatakan bahwa pemberian status tersebut merupakan ekspresi penerimaan tulus atas kontribusi PLN dalam menjaga dan menghidupkan kembali warisan leluhur.

“Kami menerima PLN sebagai ase kae ca bantang, bagian dari keluarga besar Gendang Gonggor. Ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud kedekatan yang kami rasakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran PLN di wilayah tersebut, termasuk dalam mendukung pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu di Poco Leok, turut membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

“Selama puluhan tahun rumah adat ini tidak tersentuh pembangunan. Kini bisa berdiri kembali berkat dukungan PLN. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya.

Rumah Adat Gendang Gonggor memiliki fungsi strategis sebagai pusat pengambilan keputusan adat, ruang pelaksanaan ritus budaya, serta simbol identitas kolektif masyarakat. Dengan selesainya pembangunan, rumah adat tersebut kini kembali difungsikan sebagai ruang hidup budaya yang representatif dan berkelanjutan.

Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, turut mengapresiasi langkah PLN yang dinilai berkontribusi nyata dalam pelestarian budaya lokal. Menurutnya, dukungan terhadap rumah adat merupakan bagian penting dari pembangunan berbasis kearifan lokal.

“Rumah adat adalah pusat kehidupan sosial masyarakat Manggarai. Upaya revitalisasi seperti ini sangat penting untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif.

“Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir secara utuh di tengah masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan energi, tetapi juga melalui kontribusi sosial dan budaya.

“PLN berupaya tumbuh bersama masyarakat dengan menghargai nilai-nilai lokal yang ada. Pembangunan rumah adat ini menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya di tengah pembangunan,” jelasnya.

Ke depan, PLN UIP Nusra akan terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat adat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna mengembangkan program sosial yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada keberlanjutan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....