Tanam 3.000 Mangrove, PLN UIP Nusra Dorong Ekowisata Padak Puar Lombok

  • 30 Agt 2026 20:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Mataram – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menanam 3.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Padak Guar, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari program rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus upaya mendorong kembali pengembangan potensi ekowisata mangrove Padak Guar yang berada di sekitar wilayah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lombok FTP-2 Sambelia.

Sebanyak 3.000 bibit mangrove telah ditanam pada tahap awal di sekitar badan Sungai Padak Guar dengan melibatkan masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan. Program ini selanjutnya akan dilengkapi dengan penanaman hingga total 5.000 bibit serta penataan kawasan wisata mangrove.

Kepala Dusun Padak Guar, Riyan Pebriyansah, menyebut kawasan mangrove Padak Guar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata. Namun, pengelolaannya selama ini belum optimal akibat keterbatasan biaya.

“Kami bersyukur ada program ini. Kawasan mangrove di sini sebenarnya punya potensi untuk wisata, tetapi selama ini kurang diperhatikan karena keterbatasan biaya. Dengan adanya bantuan PLN, kami berharap kawasan ini bisa kembali terawat dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Riyan.

Selain memulihkan ekosistem pesisir, keberadaan mangrove berfungsi sebagai pelindung alami kawasan pesisir dari gelombang laut. Penataan kawasan sebagai destinasi ekowisata juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi NTB, praktisi dan ahli lingkungan, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, serta masyarakat Padak Guar.

Assistant Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) UIP Nusra, Riyan Dharma Putra, mengatakan PLN mendorong agar program rehabilitasi tidak berhenti pada penanaman mangrove, tetapi berlanjut pada pengembangan kawasan sebagai destinasi ekowisata.

“Selain penanaman bibit, ke depan kami juga merencanakan penataan kawasan wisata mangrove yang dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Harapannya, rehabilitasi lingkungan ini dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wisata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Padak Guar,” ujar Riyan.

General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, RDW Manurung, mengatakan penanaman mangrove merupakan bagian dari pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di sekitar wilayah pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

“PLN memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan di sekitar area pembangunan. Program ini kami jalankan selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), dengan fokus pada keberlanjutan dan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Manurung.

Ia menambahkan, rehabilitasi mangrove juga menjadi bagian dari kontribusi PLN terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) ke-14 tentang ekosistem laut.

“Harapannya, kawasan mangrove Desa Padak Guar dapat kembali hidup sebagai destinasi ekowisata dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat,” kata Manurung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....