Polda NTT Gelar Operasi Ketupat Turangga 2026 Selama 13 Hari
- 12 Mar 2026 09:51 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Kupang - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur resmi menggelar Operasi Ketupat Turangga 2026 untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Idulfitri.
Operasi kepolisian terpusat tersebut akan berlangsung selama tiga belas hari mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Pelaksanaan operasi ini ditandai dengan apel gelar pasukan di Lapangan Bhayangkara Mapolda NTT pada Kamis pagi. Apel tersebut menjadi tanda kesiapan personel kepolisian dan instansi terkait dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra mengatakan operasi ini bertujuan memastikan mudik Lebaran berlangsung aman. Menurutnya, seluruh jajaran kepolisian bersama instansi terkait berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat selama perayaan Idulfitri.
Ia menjelaskan operasi ini melibatkan ribuan personel gabungan yang disiapkan untuk mengamankan berbagai titik strategis di wilayah NTT. Total personel yang dikerahkan mencapai 3.068 orang terdiri dari 1.144 anggota Polri dan 1.924 personel instansi terkait.
Ribuan personel tersebut akan ditempatkan pada sejumlah pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai daerah. Secara keseluruhan disiapkan 91 pos pengamanan, 38 pos pelayanan, 27 pos terpadu serta 26 pos lainnya.
Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada berbagai objek vital yang diperkirakan menjadi pusat aktivitas masyarakat selama libur Lebaran. Objek tersebut meliputi empat belas bandara, tiga puluh delapan pelabuhan, dua puluh delapan terminal serta puluhan pusat perbelanjaan.
Pengamanan juga menyasar kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat selama masa libur Idulfitri di wilayah NTT. Tercatat terdapat 153 objek wisata yang menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan pengamanan selama operasi berlangsung.
Polda NTT juga menyiapkan pelayanan pengamanan pada lokasi ibadah yang akan digunakan masyarakat saat perayaan Idulfitri. Diperkirakan terdapat 201 masjid dengan sekitar 91.386 jamaah serta 48 lapangan untuk pelaksanaan salat Id.
Dalam pelaksanaan operasi, personel di lapangan diinstruksikan mengedepankan langkah preventif dan preemtif untuk menjaga keamanan masyarakat. Upaya tersebut termasuk mengantisipasi potensi kejahatan konvensional, tawuran, hingga balap liar yang sering muncul saat libur panjang.
Kepolisian juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk lembaga meteorologi, guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi. Langkah ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun terjadi perubahan kondisi cuaca.
Selain itu, Polda NTT mengoptimalkan layanan darurat call center 110 yang dapat diakses masyarakat selama dua puluh empat jam. Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan tersebut apabila membutuhkan bantuan kepolisian selama masa mudik dan libur Lebaran.
Polda NTT berharap dukungan masyarakat dapat membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama periode mudik Idulfitri tahun ini. Dengan sinergi aparat dan masyarakat, diharapkan perjalanan mudik berlangsung aman sehingga warga dapat merayakan Lebaran bersama keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....