Polda NTT Perkuat Hubungan Bilateral dengan Konsul Inggris di Kupang

  • 10 Agt 2026 17:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Polda NTT menerima kunjungan Konsul Inggris untuk memperkuat komunikasi bilateral sekaligus koordinasi pelayanan warga negara Inggris. Kunjungan berlangsung di Mapolda NTT Kupang pada Senin, 10 Agustus 2026, setelah delegasi konsuler Inggris tiba untuk bertemu pejabat kepolisian.

Delegasi dipimpin HM Consul British Embassy Jakarta, Ms. Charlotte Whitaker, yang diterima mewakili Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko. Penerimaan dilakukan Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Andy Pramudya Wardana bersama pejabat terkait di lingkungan kepolisian setempat.

Pertemuan membahas komunikasi konsuler, pertukaran informasi, serta koordinasi penanganan persoalan yang melibatkan warga negara Inggris di NTT selama ini. Pembahasan itu dinilai penting karena NTT menjadi salah satu daerah tujuan wisata internasional dengan mobilitas wisatawan asing tinggi.

Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyebut pertemuan itu sebagai langkah praktis memperkuat jalur komunikasi antar lembaga. Menurut Henry, koordinasi langsung diperlukan agar informasi mengenai kebutuhan konsuler dapat diteruskan cepat kepada pihak yang berwenang.

Ia mengatakan komunikasi tersebut juga mencakup pertukaran informasi mengenai persoalan yang mungkin dihadapi warga Inggris selama berada NTT. "Pendekatan itu diharapkan memudahkan penyelesaian persoalan tanpa mengabaikan prosedur hukum dan kewenangan masing-masing institusi terkait di lapangan." kata Henry.

Dalam pertemuan itu, aspek perlindungan warga negara asing menjadi salah satu perhatian, terutama ketika menghadapi persoalan hukum di wilayah NTT. Kehadiran Dirres PPA dan PPO serta Dirpamobvit turut memperluas pembahasan mengenai aspek perlindungan dan keamanan bagi warga asing.

Setelah agenda di Mapolda NTT, Whitaker dijadwalkan melanjutkan kunjungan resmi menuju Polres Manggarai Barat untuk bertemu jajaran setempat. Langkah tersebut memperlihatkan upaya membangun komunikasi bukan hanya pada tingkat pusat, tetapi juga sampai satuan kewilayahan di NTT.

Manggarai Barat menjadi perhatian karena Labuan Bajo merupakan destinasi wisata yang menarik kunjungan wisatawan dari berbagai negara. Kondisi itu membuat kesiapan aparat dan jalur koordinasi dengan perwakilan asing menjadi bagian penting dalam pelayanan keamanan setempat.

Kabidhumas Henry menekankan, komunikasi yang terjaga akan membantu setiap persoalan ditangani berdasarkan informasi yang akurat secara cepat serta tepat. Menurut dia, penyelesaian persoalan warga asing tetap harus mengikuti ketentuan hukum Indonesia dan mekanisme konsuler yang berlaku resmi.

Kunjungan konsuler juga membuka ruang dialog mengenai kebutuhan warga Inggris selama beraktivitas, berwisata, maupun tinggal sementara di NTT. Dengan pola komunikasi langsung, kedua pihak dapat merespons persoalan secara lebih terukur ketika situasi membutuhkan koordinasi lintas institusi.

Polda NTT melihat komunikasi dengan perwakilan negara sahabat sebagai jalur penting dalam menjaga kepastian pelayanan kepolisian bagi masyarakat. Fokusnya tidak hanya pada keamanan, tetapi juga memastikan persoalan konsuler memiliki jalur penanganan yang jelas dan terukur bersama.

Pertemuan di Kupang sekaligus menunjukkan meningkatnya kebutuhan koordinasi seiring mobilitas warga asing yang terus berlangsung di wilayah NTT. Dalam konteks pariwisata, hubungan kerja antarinstansi menjadi penting ketika persoalan menyangkut wisatawan asing muncul di lapangan secara langsung.

Polda NTT dan perwakilan Inggris diharapkan mempertahankan komunikasi setelah rangkaian kunjungan resmi tersebut selesai dilaksanakan pada hari itu. Komunikasi berkelanjutan diperlukan agar pertukaran informasi tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut melalui koordinasi sesuai kebutuhan di lapangan.

Kunjungan ini juga memberi sinyal bahwa hubungan kepolisian dengan perwakilan Inggris diarahkan pada kerja sama yang lebih responsif. Bagi NTT, pola komunikasi tersebut penting untuk menjaga layanan kepolisian tetap adaptif terhadap kebutuhan warga lokal dan mancanegara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....