PGWI Soroti Perlindungan Guide Lokal Labuan Bajo

  • 01 Feb 2026 13:50 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) Labuan Bajo menyoroti pentingnya perlindungan profesi pemandu wisata lokal agar tidak terpinggirkan di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata di kawasan super prioritas Labuan Bajo.


Isu tersebut mengemuka dalam program “Komunitas Bicara” RRI Labuan Bajo, Sabtu 31 Januari 2026, yang menghadirkan Ketua PGWI Labuan Bajo, Saverinus Guardi. Dirinya mengatakan, pertumbuhan pariwisata seharusnya berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat lokal, termasuk pemandu wisata yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan di lapangan.


“Guide lokal harus menjadi pelaku utama, bukan sekadar pelengkap. Kami ingin ada keberpihakan kebijakan agar masyarakat lokal tidak tersisih,” ujarnya.


Menurutnya, pemandu wisata lokal memiliki keunggulan pengetahuan budaya, adat, dan karakter wilayah yang tidak dimiliki pihak luar. Namun tanpa regulasi yang jelas, posisi mereka rentan tergeser oleh praktik pariwisata yang tidak berkeadilan.


Lebih lanjut, Fiktorianus Afri, Sekretari PGWI Labuan Bajo, menambahkan, banyak guide lokal telah lama bergantung pada sektor pariwisata sebagai sumber penghidupan. Karena itu, keberlanjutan pariwisata harus dibarengi dengan jaminan perlindungan profesi.


“Pariwisata berkembang, tapi jangan sampai kami hanya jadi penonton di daerah sendiri,” katanya.


PGWI berharap pemerintah daerah dapat memperkuat regulasi yang memprioritaskan pemandu lokal, sekaligus mendorong sistem pariwisata yang adil dan berkelanjutan.


Melalui dialog ini, PGWI menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata Labuan Bajo tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari sejauh mana manfaat ekonomi dirasakan oleh masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....