52 Motif Kantongi HAKI, Bupati Sikka Desak Regenerasi Tenun Ikat
- 12 Jun 2026 18:23 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mendesak percepatan regenerasi pengrajin tenun ikat lokal guna menyelamatkan aset kebudayaan daerah dari ancaman kepunahan struktural. Langkah ini dinilai krusial mengingat penetapan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terhadap 52 motif tenun ikat Sikka akan kehilangan relevansi ekonominya jika ekosistem penenun usia muda tidak segera dibentuk.
Ancaman hilangnya identitas budaya akibat minimnya minat generasi muda mempelajari teknik menenun tradisional mendorong pemerintah daerah untuk menggeser paradigma tenun dari sekadar warisan masa lalu menjadi komoditas ekonomi kreatif. Penguatan kapasitas yang berpusat di Sanggar Lepo Lorun ini dirancang untuk mengawinkan pakem pewarnaan alami dengan strategi pemasaran digital yang adaptif terhadap selera pasar global.
"Jangan sampai warisan budaya yang begitu berharga ini perlahan hilang karena kurangnya regenerasi," tegas Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, di hadapan para peserta workshop. Menurutnya, pengakuan indikasi geografis yang telah dikantongi daerah harus menjadi pemantik bagi anak muda untuk berinovasi pada lini desain tanpa merusak filosofi sakral yang terkandung dalam setiap helai benang.
Sinergi antara Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVI NTT dan Dinas Pariwisata ini diharapkan mampu membuka ruang usaha baru yang mandiri bagi masyarakat akar rumput. Komitmen pemerintah dalam memfasilitasi perlindungan hukum kekayaan intelektual kini bertumpu pada kesiapan komunitas lokal dalam menjaga stabilitas produksi dan mutu produk tenun di pasaran.
Keberlanjutan industri tenun ikat Sikka tidak lagi diukur dari seringnya produk dipamerkan dalam seremoni kedaerahan, melainkan dari seberapa besar serapan tenaga kerja muda yang mampu hidup sejahtera dari sektor ini. Transformasi ini menjadi tolok ukur baru bagi keberhasilan pelestarian budaya yang berdampak nyata pada ketahanan ekonomi domestik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....