Disarpus Sikka Perluas Literasi Lewat Perpustakaan Keliling

  • 30 Jan 2026 20:00 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Sikka terus menghadirkan layanan perpustakaan keliling sebagai upaya meningkatkan minat baca dan literasi sains di kalangan pelajar serta masyarakat, khususnya di wilayah pedalaman yang sulit mengakses layanan perpustakaan tetap.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Feri Awales, mengatakan program tersebut dijalankan melalui gerakan bertajuk “Disarpus Bergerak”, yang bertujuan mendekatkan layanan perpustakaan dan pengetahuan langsung ke tengah masyarakat.

“Disarpus Bergerak menjadi semangat kami untuk menghadirkan layanan literasi hingga ke wilayah pedalaman Kabupaten Sikka,” ujar Feri Awales dalam wawancara bersama RRI.

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan pekan ini, tim perpustakaan keliling telah menjangkau sejumlah wilayah, di antaranya Desa Done Kecamatan Magepanda, Desa Dobo Kecamatan Mego, Kecamatan Salibura, hingga wilayah Kewapante Pantai.

Program perpustakaan keliling ini diagendakan secara rutin setiap bulan dengan intensitas pelayanan selama dua minggu. Tujuannya tidak hanya memotivasi pelajar agar gemar membaca, tetapi juga memastikan anak-anak di wilayah pedalaman memperoleh akses literasi yang setara dengan masyarakat perkotaan.

“Perpustakaan sekolah umumnya hanya menyediakan buku pelajaran. Melalui perpustakaan keliling, kami melengkapi dengan buku bacaan penunjang, literasi sains, serta bacaan populer lainnya,” jelasnya.

Feri mengungkapkan, antusiasme pelajar di wilayah pedalaman terbilang tinggi. Anak-anak cenderung menyukai buku bacaan ringan seperti komik dan cerita anak, sementara remaja dan guru lebih tertarik pada buku teknologi informasi, kecerdasan buatan (AI), novel, serta literasi digital.

Untuk memperkaya koleksi, Disarpus Sikka juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Gramedia Maumere, komunitas literasi desa, pegiat literasi, hingga penulis buku lokal. Ke depan, Disarpus juga merencanakan kegiatan diskusi rutin, pemutaran film edukasi, serta literasi kreatif di Perpustakaan Daerah Frans Seda.

Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya ketertarikan anak-anak terhadap gawai dibandingkan buku fisik. Kendati begitu, Disarpus Sikka tetap optimistis membangun budaya literasi.

“Ini tantangan, tetapi semangat kami tetap menyala untuk membangun budaya literasi di Kabupaten Sikka,” tegasnya.

Dalam mendukung transformasi digital, Disarpus Sikka juga akan mulai menguji coba penerapan aplikasi Srikandi untuk sistem surat-menyurat elektronik mulai 2 Februari 2026 sebagai bagian dari digitalisasi layanan kearsipan.

Feri Awales menambahkan, target literasi tahun 2026 diarahkan pada peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Sikka yang saat ini berada di angka 0,46.

Ia pun mengajak orang tua dan masyarakat untuk terus mendorong anak-anak gemar membaca. “Membaca adalah jendela dunia. Mari manfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar dan bertumbuh bersama,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....