Seminar OMK NYD III Bekali Iman dan Kepemimpinan
- 06 Jul 2026 14:00 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Seminar Orang Muda Katolik (OMK) mewarnai hari ketiga perhelatan Nusra Youth Day (NYD) III 2026 di Seminari Tinggi Interdiosesan Santu Petrus Ritapiret, Kabupaten Sikka, Sabtu 4 Juli 2026. Kegiatan berskala regional ini menghadirkan Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD sebagai keynote speaker di hadapan ratusan peserta.
Seminar tersebut menjadi ruang pembekalan bagi OMK dari sembilan keuskupan di Regio Bali-Nusa Tenggara atau Nusra. Para peserta datang dari Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Agung Kupang, Keuskupan Denpasar, Keuskupan Maumere, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Atambua, Keuskupan Weetabula, Keuskupan Labuan Bajo, dan Keuskupan Ruteng.
Selain keynote speaker, seminar ini menghadirkan dua pemateri utama yang membedah beragam isu strategis bagi kaum muda Katolik. Mereka adalah RD. Patris Allegro, dosen Unwira Kupang sekaligus pembina Seminari Tinggi Santu Mikhael Kupang, serta RD. Chrisanctus Paschalis Saturnus, Ketua Komisi Jaringan Nasional Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang.
Turut ambil bagian dalam forum itu Violison Martheo selaku Head of Domus Cordis Jakarta yang menyoroti tantangan generasi muda di era digital. Kehadiran para narasumber ini memberi spektrum pembahasan yang luas, mulai dari penguatan iman, kepemimpinan, hingga isu kemanusiaan yang dekat dengan realitas OMK.
Dalam pemaparannya, para pembicara mengajak OMK tidak hanya aktif di lingkungan gereja, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial di sekitarnya. Kaum muda dinilai memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani nilai-nilai iman dengan kebutuhan masyarakat.
Isu dunia digital juga mendapat perhatian dalam seminar ini, seiring kuatnya pengaruh media sosial terhadap kehidupan generasi muda. Peserta didorong agar memanfaatkan ruang digital secara bertanggung jawab, produktif, dan tidak mudah terseret arus informasi yang menyesatkan.
Selain itu, seminar menegaskan pentingnya keberanian OMK menyuarakan nilai kemanusiaan, termasuk dalam upaya mencegah tindak pidana perdagangan orang yang masih menjadi ancaman di wilayah Nusa Tenggara. Pembahasan tersebut memperluas cakrawala peserta bahwa pelayanan kaum muda tidak berhenti pada altar, tetapi juga hadir dalam kerja-kerja sosial kemasyarakatan.
Melalui seminar ini, peserta NYD III dibekali wawasan iman, kepemimpinan, literasi digital, dan kepekaan sosial untuk menjawab tantangan zaman. Seluruh materi diarahkan sejalan dengan tema NYD III 2026, “Berjalan Bersama Membangun Bangsa dan Gereja”, agar OMK mampu tumbuh sebagai pribadi yang tangguh di tengah Gereja dan Negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....