Pentas Budaya NYD III Semarakkan Persaudaraan OMK Nusra

  • 06 Jul 2026 13:59 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pentas Seni dan Budaya menjadi salah satu agenda paling semarak dalam rangkaian Nusra Youth Day (NYD) III di Gelora Samador, Kabupaten Sikka, Sabtu 4 Juli 2026. Kegiatan itu menghadirkan penampilan Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan keuskupan di Region Nusa Tenggara dan Bali.

Sejak sore hingga malam, panggung di kawasan Gelora Samador dipenuhi ragam atraksi seni tradisional, tarian, nyanyian, dan ekspresi budaya khas dari masing-masing delegasi. Suasana semakin hidup karena para peserta tidak hanya tampil, tetapi juga saling memberi dukungan dan apresiasi sepanjang pertunjukan berlangsung.

Sembilan keuskupan yang ambil bagian dalam pentas ini yakni Keuskupan Maumere, Keuskupan Agung Ende, Keuskupan Larantuka, Keuskupan Ruteng, Keuskupan Labuan Bajo, Keuskupan Weetebula, Keuskupan Atambua, Keuskupan Agung Kupang, dan Keuskupan Denpasar. Masing-masing delegasi menampilkan kekayaan budaya daerah sebagai identitas yang dibawa ke ruang perjumpaan kaum muda Katolik se-Region Nusra dan Bali.

Pentas seni dan budaya tersebut menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan wajah keberagaman dalam satu semangat persaudaraan. Lewat panggung yang sama, para OMK memperkenalkan tradisi, bahasa, busana, dan seni pertunjukan dari daerah asal mereka kepada peserta dari keuskupan lain.

Kemeriahan acara terlihat dari antusiasme peserta yang memadati area pertunjukan dan mengikuti setiap penampilan hingga selesai. Gelora Samador dipenuhi sorak, tepuk tangan, dan semangat kebersamaan yang mengalir sepanjang acara.

Ketua panitia menempatkan pentas budaya sebagai bagian penting dari NYD III karena tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana membangun relasi antarpeserta. Melalui kegiatan ini, OMK diajak untuk saling mengenal, menghargai perbedaan, dan menumbuhkan rasa memiliki dalam kehidupan bergereja yang lebih luas.

Pentas seni dan budaya juga sejalan dengan tema NYD III, “Berjalan Bersama Membangun Gereja dan Bangsa”. Tema itu diterjemahkan melalui ruang-ruang kreatif yang mempertemukan orang muda lintas keuskupan untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, dan meneguhkan keterlibatan sosial mereka.

Bagi para peserta, panggung budaya bukan sekadar ajang menampilkan kesenian daerah, tetapi juga medium untuk merawat warisan tradisi di tengah kehidupan generasi muda. Dari perjumpaan itu, mereka membawa pulang pengalaman kebersamaan, semangat pelayanan, dan inspirasi untuk terus berkontribusi di keuskupan masing-masing.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan penuh sukacita berkat dukungan panitia serta penataan lokasi yang baik. Kondisi itu membuat para peserta dan tamu yang hadir dapat menikmati setiap penampilan dengan nyaman hingga acara berakhir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....