Hilangkan Trauma Gempa, Polisi Ajak Anak Patroli Keliling Labuan Bajo

  • 30 Agt 2026 18:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Beragam cara dilakukan Polres Manggarai Barat untuk membantu anak-anak penghuni Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, Labuan Bajo, memulihkan kondisi psikologis pascagempa bumi yang mengguncang Flores.

Salah satunya melalui kegiatan “Patroli Edukatif”. Anak-anak yang masih tinggal di tenda darurat diajak menaiki kendaraan operasional kepolisian untuk berkeliling menikmati suasana Kota Labuan Bajo, Sabtu 29 Agustus 2026 sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari trauma healing yang digelar jajaran Satlantas, Satbinmas, Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Manggarai Barat bersama BKO Tim Psikologi Polda Jawa Tengah.

Sebelum berkeliling kota, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk mencairkan suasana, seperti bernyanyi, permainan kelompok, hingga konseling ringan bersama tim psikologi. Personel Satlantas juga memberikan edukasi tertib berlalu lintas secara interaktif.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan kegiatan patroli keliling kota sengaja dirancang untuk memberikan suasana baru bagi anak-anak yang selama berminggu-minggu berada di area pengungsian.

“Kegiatan patroli keliling kota sengaja kami rancang untuk memberikan suasana baru dan menghilangkan kejenuhan para siswa selama berminggu-minggu berada di area pengungsian,” ujar AKBP Christian saat dikonfirmasi, Minggu 30 Agustus 2026.

Menurutnya, sebagian anak penghuni asrama masih mengalami ketakutan untuk kembali beraktivitas maupun tidur di dalam bangunan permanen karena trauma terhadap gempa dan kemungkinan gempa susulan.

“Anak-anak ini berada jauh dari keluarga, bahkan ada yang sudah yatim piatu. Trauma akibat gempa bumi membuat mereka masih takut untuk kembali beraktivitas maupun tidur di dalam gedung permanen,” ucapnya.

Selain itu, AKBP Christian mengatakan kehadiran personel kepolisian di lokasi pengungsian bukan hanya untuk memberikan bantuan, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan selama menghadapi masa pemulihan pascabencana.

“Kehadiran kami di sini adalah bentuk pengayoman dan kehadiran negara untuk memastikan mereka tidak merasa sendiri, mengembalikan rasa aman, serta mengukir kembali senyum keceriaan mereka,” katanya.

Selain trauma healing dan patroli edukatif, Polres Manggarai Barat juga memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada anak-anak dan pengurus asrama. Tim Sidokkes melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan tekanan darah.

“Selain pendampingan psikologis, kami juga menggelar pemeriksaan kesehatan guna memantau dan memastikan kondisi fisik mereka tetap terjaga,” ungkap AKBP Christian.

Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 17.45 WITA itu ditutup dengan pembagian paket sembako, vitamin, obat-obatan, serta doa bersama.

Kepala Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, Sr. Tatiana Tatu Wadang, SSpS, mengapresiasi perhatian dan pendampingan yang diberikan Polri kepada anak-anak selama berada di lokasi pengungsian.

“Terima kasih kepada Polri, dan secara khusus Polres Manggarai Barat, yang sudah memberikan pendampingan trauma healing untuk anak-anak yang selama ini menjadi korban dan merasa takut terhadap bencana ini,” ungkap Sr. Tatiana.

Dirinya berharap, pendampingan tersebut dapat membantu anak-anak kembali merasa aman dan menjalani aktivitas seperti sebelum gempa.

Polres Manggarai Barat sendiri memastikan pendampingan akan terus dilakukan melalui pemantauan berkala ke Asrama Biata Maria Helena Stollenwerk, termasuk mengecek kondisi tenda darurat untuk mengantisipasi perubahan cuaca selama masa pemulihan pascagempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....