Pascagempa, Brimob Bantu Bersihkan Rumah Warga di Reo, Manggarai
- 29 Agt 2026 11:50 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai - Personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Labuan Bajo bersama pasukan BKO Resimen 2 Pelopor dan warga membersihkan serta membongkar rumah warga yang rusak berat akibat gempa bumi di Lingkungan Jeneluma, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan tersebut dilakukan pada Sabtu, 29 Agustus 2026, mulai pukul 09.45 WITA. Petugas membantu membongkar bagian rumah milik warga yang masih berdiri namun mengalami kerusakan dan berpotensi roboh.
Puing berupa kayu, seng, reruntuhan tembok dan material bangunan lainnya kemudian diangkut menggunakan satu unit truk Kompi 1 Batalyon B Pelopor ke lokasi yang lebih aman.
Wakil Komandan Batalyon B Pelopor Labuan Bajo, AKP Antonio Cortereal, mengatakan pembersihan puing merupakan bagian dari upaya Polri membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascagempa. Selain membersihkan puing-puing rumah warga yang terdampak, personel juga menyalurkan bantuan sembako dan memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa.
“Sesuai perintah pimpinan, pascagempa seluruh personel Polri selain membagikan bantuan sembako kepada pengungsi juga memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa di tenda darurat serta membersihkan puing-puing runtuhan bangunan rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas umum dan tempat ibadah di sejumlah wilayah terdampak,” ujar AKP Antonio saat dikonfirmasi RRI, Sabtu siang.
Dirinya juga menyampaikan, Satgas Brimob yang diterjunkan ke wilayah terdampak terdiri atas personel Brimob organik dan personel BKO dari Resimen 2 Pelopor Jakarta, serta mendapat dukungan personel dari Polda NTB, Bali dan Jawa Timur.
Adapun personel Brimob tersebut ditempatkan di sejumlah wilayah terdampak gempa, di antaranya Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo dan Ende.
“Ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 pada 15 Agustus lalu dan gempa susulan yang masih terjadi hingga saat ini,” ungkapnya.
Pembersihan dilakukan secara gotong royong bersama warga. Setelah kegiatan, sebagian besar puing berbahaya di sekitar rumah berhasil dibersihkan sehingga area menjadi lebih lapang dan aman bagi keluarga serta masyarakat sekitar.
Kegiatan pembersihan dan pembongkaran tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan warga terdampak gempa sekaligus mengurangi risiko kecelakaan akibat sisa bangunan yang masih berpotensi roboh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....