Usir Duka, Trauma Healing Polri Bangkitkan Keceriaan Anak Pengungsi Gempa NTT
- 26 Agt 2026 23:04 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Berat - Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan kecemasan, gelak tawa anak-anak terdengar dari lokasi pengungsian di Rumah Susun (Rusun) Polres Manggarai Barat, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Minggu 23 Agustus 2026 sore.
Suasana tersebut tercipta melalui kegiatan trauma healing yang digelar Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Manggarai Barat. Kegiatan ini dirancang untuk membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan anak-anak sekaligus mengembalikan keceriaan mereka selama berada di pengungsian.
Kasat Binmas Polres Manggarai Barat, IPTU H. Juharis, mengatakan penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan fisik dan logistik, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis anak-anak.
“Bencana gempa bumi tidak hanya merobohkan dinding bangunan, tetapi juga berpotensi meremukkan rasa aman di jiwa anak-anak. Jika trauma ini dibiarkan, ketakutan akan terus membayangi tumbuh kembang mereka,” ujarnya.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA itu diawali dengan ice breaking dan permainan interaktif. Suasana pengungsian kemudian berubah menjadi lebih ceria saat personel memutar film animasi dan mengajak anak-anak bernyanyi serta berjoget bersama.
“Kami ingin memastikan anak-anak di tenda darurat ini tahu bahwa mereka tidak sendirian. Kami hadir untuk membawa kembali senyum dan keceriaan yang sempat hilang,” kata Juharis.
Keceriaan berlanjut dengan permainan sepak bola di area terbuka sekitar lokasi pengungsian. KBO Sat Binmas Polres Manggarai Barat, AIPTU Teguh Rasul Ilahi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membantu anak-anak melepaskan ketegangan setelah mengalami situasi bencana.
“Lewat gerakan tubuh dan joget bersama ini, kita ingin melepaskan ketegangan otot dan stres emosional anak-anak. Musik dan gerak adalah terapi paling cepat untuk meredakan kepanikan,” ujarnya.
Setelah bermain, personel Sat Binmas membagikan bingkisan makanan ringan kepada anak-anak. Kegiatan kemudian ditutup sekitar pukul 18.00 WITA dengan penguatan mental dan doa bersama. Salah seorang anak pengungsi, Arka (8), mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Tadi seru sekali, bisa nonton kartun sama main bola ramai-ramai. Sudah tidak takut lagi seperti kemarin pas gempa,” ucapnya.
Lebih lanjut, IPTU Juharis menegaskan, pendampingan terhadap anak-anak dan masyarakat terdampak gempa akan terus dilakukan selama proses pemulihan berlangsung. Menurutnya, anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena tidak selalu mampu mengungkapkan rasa takut yang mereka alami.
“Melalui pendekatan yang ramah, fleksibel, dan penuh tawa ini, kami melihat kecemasan mereka mulai berganti dengan optimisme. Selama situasi belum sepenuhnya pulih, jajaran kami akan terus mendampingi,” ungkapnya.
Kegiatan trauma healing tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Manggarai Barat membantu pemulihan masyarakat pascagempa. Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian di lokasi pengungsian, senyum dan tawa anak-anak menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak hanya membutuhkan bantuan logistik, tetapi juga rasa aman dan dukungan psikologis.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....