Tawa Anak Roga, Menjemput Harapan setelah Gempa Flores

  • 27 Agt 2026 19:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Di tengah Desa Roga, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, yang masih menyimpan jejak gempa Flores, suara tawa anak-anak kembali terdengar, Kamis 27 Agustus 2026. Sejumlah anak berkumpul mengikuti berbagai permainan yang digelar personel TNI Angkatan Udara dalam kegiatan trauma healing.

Mereka diajak bermain, bercanda dan berinteraksi dalam suasana yang menyenangkan, agar sejenak dapat melepaskan rasa takut setelah mengalami gempa. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari RRI Ende Peduli Gempa Flores dalam rangka RRI Fest 2026, yang tidak hanya menghadirkan bantuan bagi masyarakat terdampak, tetapi juga memberikan perhatian terhadap pemulihan psikologis anak-anak.

Keceriaan semakin terasa ketika anak-anak mendapatkan makanan ringan dan susu. Senyum dan tawa mereka menjadi bagian dari proses pemulihan setelah bencana yang mengguncang kehidupan masyarakat.

Kepala RRI Ende, Robinhod mengatakan, kepedulian terhadap korban gempa tidak cukup hanya diwujudkan melalui bantuan kebutuhan dasar. Anak-anak yang mengalami bencana juga membutuhkan ruang untuk kembali bermain, tertawa dan merasakan suasana aman.

Menurutnya, trauma healing menjadi bagian penting dari RRI Ende Peduli karena pemulihan pascabencana harus menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk kondisi psikologis anak-anak. Menurutnya anak - anak menjadi kelompok rentan yang juga perlu mendapat pendampingan secara psikologis pada saat bencana seperti gempa ini.

"Kami ingin kehadiran RRI tidak hanya terdengar melalui siaran, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Anak-anak adalah bagian penting dari pemulihan ini. Karena itu, kami ingin menghadirkan keceriaan dan memberikan semangat agar mereka kembali percaya diri dan tidak terus berada dalam ketakutan," ujarnya

Komandan Sub Satuan Tugas Udara Ende TNI AU, Mayor Kum Dhimas Hendradi D.T., mengatakan kegiatan trauma healing dilakukan karena anak-anak juga membutuhkan perhatian dalam proses pemulihan pascagempa. Menurutnya, penanganan bencana tidak hanya menyangkut kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga kondisi psikologis, terutama anak-anak yang masih mengalami rasa takut akibat gempa dan guncangan susulan.

"Kami ingin anak-anak kembali ceria. Mereka harus diberikan ruang untuk bermain dan berinteraksi sehingga rasa takut akibat gempa bisa perlahan berkurang. Kami hadir untuk memberikan penguatan dan memastikan mereka tidak merasa sendiri," ujar Mayor Dhimas.

Ia mengatakan TNI AU siap terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak bencana. Sementara itu, Kepala Desa Roga, Petrus Kanisius Leta, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada anak-anak di desanya melalui kegiatan RRI Ende Peduli.

Menurut Petrus, setelah gempa, sebagian anak masih membutuhkan pendampingan karena rasa takut dan kecemasan masih mereka rasakan, terutama ketika terjadi guncangan susulan. "Kami sangat berterima kasih karena anak-anak kami mendapat perhatian. Mereka bisa bermain, tertawa dan berkumpul bersama. Kegiatan seperti ini sangat membantu untuk mengurangi rasa takut mereka setelah gempa," ujar Petrus.

Ia berharap perhatian terhadap masyarakat terdampak gempa tidak berhenti pada bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga menyentuh aspek psikologis dan sosial masyarakat selama proses pemulihan. Bagi anak-anak Roga, permainan hari itu mungkin sederhana. Namun di balik permainan tersebut ada pesan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit.

Sebab gempa tidak hanya meninggalkan kerusakan pada rumah dan lingkungan. Ia juga meninggalkan ketakutan yang tidak selalu terlihat. Melalui RRI Ende Peduli Gempa Flores dalam rangka RRI Fest 2026, kepedulian itu dihadirkan dalam bentuk yang lebih luas, membantu kebutuhan masyarakat sekaligus menguatkan mereka yang sedang berusaha bangkit.

Dan di tengah desa yang masih berjuang pulih, tawa anak-anak menjadi tanda kecil bahwa harapan perlahan mulai kembali. Mereka tidak sedang melupakan gempa, mereka sedang belajar untuk kembali berani setelahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....