Gempa Flores, Puskesmas Maurole Pindahkan Layanan ke Tenda

  • 21 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Puskesmas Maurole Ende terpaksa mengalihkan total pelayanan kesehatan ke area luar gedung setelah gempa bumi mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
  • Kerusakan fisik serius meliputi plafon gypsum yang jebol di lantai satu dan dua, serta retakan signifikan pada dinding struktur utama bangunan.
  • Dokter Haje memastikan bahwa langkah pengalihan pelayanan ini diambil untuk menjamin keselamatan pasien dan tenaga medis dari potensi bahaya runtuhnya bangunan.

RRI.CO.ID, Ende – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Maurole, Kabupaten Ende, dialihkan ke area luar gedung setelah bangunan utama mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien dan tenaga kesehatan.

Dokter Puskesmas Maurole, Haje, mengatakan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, termasuk retakan pada tembok serta plafon gypsum di lantai satu dan dua yang jebol.

“Untuk sementara pelayanan kami alihkan ke luar gedung karena kondisi bangunan mengalami kerusakan dan ada retakan pada bagian tembok. Kami tentu mengutamakan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan,” ujar Haje.

Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan apabila pelayanan tetap dilakukan di dalam gedung.

Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan, pihak puskesmas memanfaatkan area parkir beratap sebagai ruang perawatan rawat inap darurat. Area tersebut disekat menggunakan tirai untuk memisahkan ruang perawatan pasien.

Selain itu, dukungan fasilitas darurat diperoleh dari sejumlah pihak. Sebanyak dua unit tenda dari Kapolsek Maurole dan dua unit tenda dari BNPB didirikan di halaman puskesmas. Bantuan terpal juga diberikan PMI dan CIS Timor.

Haje mengatakan fasilitas darurat tersebut membantu puskesmas mempertahankan pelayanan meski kondisi bangunan utama belum dapat digunakan.

“Kami menggunakan area parkir dan tenda sebagai tempat pelayanan sementara. Memang masih ada keterbatasan, terutama kenyamanan pasien pada malam hari karena terbuka dan terkena angin,” katanya.

Dari sisi ketersediaan obat dan alat kesehatan, kebutuhan dasar untuk pelayanan masih terpenuhi. Dinas Kesehatan Kabupaten Ende juga memastikan kebutuhan peralatan medis darurat, termasuk alat nebulizer untuk pasien asma, dapat dipenuhi.

Namun, pelayanan di area terbuka masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kenyamanan dan perlindungan pasien. Sekat yang belum sepenuhnya tertutup membuat pelayanan pada malam hari menghadapi paparan angin dan udara dingin.

Pihak Puskesmas Maurole berharap ada dukungan tenda medis yang lebih tertutup atau pembenahan terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.

“Kami berharap ada dukungan tenda medis yang lebih tertutup atau perbaikan bangunan, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan dengan aman dan nyaman,” ujar Haje.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sekaligus memberikan perlindungan yang memadai bagi pasien dan tenaga kesehatan selama masa penanganan pascagempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....