Dokter Spesialis Turun Langsung Layani Warga Terdampak Gempa di Manggarai Barat

  • 14 Sep 2026 16:42 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Sejumlah dokter spesialis dari tim relawan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelayanan dilakukan melalui mobile clinic yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat bersama tim relawan di wilayah khususnya Puskesmas yang terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengacang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Tarsisius Cai, mengatakan pelayanan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pemeriksaan dan konsultasi langsung dengan dokter spesialis tanpa harus datang ke rumah sakit.

“Ini adalah momen atau kesempatan yang sangat luar biasa karena masyarakat dikunjungi oleh dokter spesialis. Ada tiga dokter spesialis, yaitu penyakit dalam, anak, dan obgyn,” ujar Tarsisius.

Selain dokter spesialis, tim relawan juga terdiri dari dokter umum, psikolog, perawat, apoteker, asisten apoteker serta tenaga kesehatan lainnya.

Tarsisius mengatakan kehadiran tim kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pelayanan kesehatan pada masa pemulihan pascagempa. Pelayanan diprioritaskan pada puskesmas yang terdampak bencana.

Dari 26 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan di Manggarai Barat, sebanyak 19 puskesmas tercatat terdampak gempa berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan.

“Pelayanan kita memang terutama di puskesmas yang terdampak. Di Manggarai Barat ada 19 puskesmas terdampak dari total 26 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan kehadiran dokter spesialis tersebut, baik untuk pemeriksaan maupun konsultasi kesehatan.

Menurutnya, pelayanan mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi baru lahir, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.

Tim relawan kesehatan batch kedua berjumlah 19 orang dan dijadwalkan bertugas hingga 19 September 2026. Para relawan dibagi dalam dua tim untuk memperkuat pelayanan kesehatan di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat berharap, pelayanan mobile clinic dapat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus mendukung proses pemulihan pascagempa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....