Dokter Spesialis Turun Langsung Layani Warga Terdampak Gempa di Manggarai Barat
- 14 Sep 2026 16:52 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Sejumlah dokter spesialis dari tim relawan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turun langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pelayanan dilakukan melalui mobile clinic yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat bersama tim relawan di sejumlah puskesmas terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu. Pelayanan berlangsung 9 September hingga 19 September 2026.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat, Tarsisius Cai, mengatakan kehadiran dokter spesialis menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pemeriksaan dan konsultasi kesehatan tanpa harus datang ke rumah sakit.
“Ini adalah momen atau kesempatan yang sangat luar biasa karena masyarakat dikunjungi oleh dokter spesialis. Ada tiga dokter spesialis, yaitu penyakit dalam, anak, dan obgyn,” ujar Tarsisius saat ditemui di Puskesmas Wersawe, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Senin 14 September 2026.
Tiga dokter spesialis tersebut menjadi bagian dari tim relawan kesehatan batch kedua yang diterjunkan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan setelah tim batch pertama menyelesaikan pelayanan dan kembali ke daerah asal.
Selain dokter spesialis, tim batch kedua berjumlah 19 relawan yang terdiri dari dokter umum, psikolog, perawat, apoteker, asisten apoteker, serta tenaga kesehatan lainnya. Para relawan dibagi dalam dua tim untuk memperkuat pelayanan di sejumlah wilayah terdampak.
Tarsisius mengatakan kehadiran tim kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan selama masa pemulihan pascagempa. Pelayanan diprioritaskan pada puskesmas yang mengalami dampak bencana.
Dari 26 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan di Manggarai Barat, sebanyak 19 puskesmas tercatat terdampak gempa berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan.
“Pelayanan kita memang terutama di puskesmas yang terdampak. Di Manggarai Barat ada 19 puskesmas terdampak dari total 26 puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan,” ungkapnya.
Ia mengimbau masyarakat memanfaatkan kehadiran dokter spesialis tersebut, baik untuk pemeriksaan maupun konsultasi kesehatan.
Pelayanan mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi baru lahir, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia.
Tim relawan kesehatan batch kedua dijadwalkan bertugas hingga 19 September 2026. Kehadiran mereka diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus mendukung proses pemulihan pascagempa di Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....