Pemerintah Pusat Percepat Penanganan Pascagempa NTT, 47 Orang Meninggal

  • 16 Agt 2026 07:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah pusat mempercepat penanganan dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga saat ini, 47 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Hal ini disampaikan Menko PMK Pratikno tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu, 16 Agustus 2026 dini hari, bersama rombongan pejabat pemerintah dan pimpinan BUMN untuk melakukan koordinasi penanganan bencana.

Rombongan tersebut di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, serta Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Dian Siswarini.

Menko PMK, Pratikno, mengatakan Presiden memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan konsolidasi, mempercepat bantuan, serta memulihkan kondisi masyarakat terdampak.

“Presiden memerintahkan bahwa harus dilakukan bantuan secepat-cepatnya, penyelamatan, dan mengembalikan kembali kondisi seperti semula,” kata Pratikno saat di temui media di Bandara Komodo, Labuan Bajo.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyebut pemerintah akan melihat kemungkinan pemanfaatan tambahan anggaran Rp18,9 triliun untuk 46 daerah, termasuk bagi wilayah di NTT yang terdampak bencana.

“Kita lihat apakah dari anggaran itu nanti bisa dialokasikan buat NTT untuk kebutuhan,” ujar Tito.

Di kesempatan yang sama, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pemerintah memprioritaskan distribusi bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. BNPB juga menyiapkan posko nasional di Labuan Bajo dan Maumere serta mengerahkan bantuan dari gudang logistik di Halim dan Larantuka.

“Hari-hari pertama ini kita pastikan logistik ini betul-betul sampai kepada masyarakat,” kata Suharyanto.

Untuk infrastruktur, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo mengatakan pembersihan jalan nasional dari material longsor telah dilakukan. Perbaikan jembatan dan ruas jalan yang terputus akan mulai dikerjakan.

“Besok pagi kita baru mulai membangun jembatan mana yang putus atau jalan yang putus,” ujar Dody.

Di sektor kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Sejumlah dokter spesialis dari berbagai daerah juga telah tiba untuk membantu penanganan pasien terdampak.

“Kita utamakan selamatkan pasien dulu, semua pelayanan saya lihat masih bisa berjalan dengan baik, masih aman,” kata Dante.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengatakan Kemensos memobilisasi bantuan makanan, pakaian, dan tenda darurat dari tiga gudang logistik. Keluarga korban meninggal juga akan mendapat santunan.

“Setiap ahli waris nanti akan kita kasih tali asih Rp15 juta,” ujar Agus Jabo.

Pemerintah memastikan penanganan pascagempa dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan infrastruktur yang terdampak. Distribusi bantuan dan perbaikan fasilitas umum menjadi prioritas untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat di wilayah terdampak

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....