Pemerintah Percepat Penanganan Infrastruktur Terdampak Gempa Sikka

  • 24 Agt 2026 12:25 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Pemerintah pusat mempercepat penanganan kerusakan infrastruktur akibat gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Kabupaten Sikka, Minggu, 23 Agustus 2026 malam, yang dipimpin Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dan Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah pusat menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp810 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi jalan sepanjang 155 kilometer. Selain itu, pemerintah menyiapkan sekitar Rp100 miliar dana tanggap darurat untuk penanganan awal dampak bencana. Penanganan akan dilakukan berdasarkan hasil asesmen di lapangan dengan memprioritaskan infrastruktur yang paling mendesak.

Dody meminta pemerintah daerah segera menetapkan skala prioritas agar proses perbaikan dapat berjalan cepat dan terarah. Pemerintah pusat juga akan membantu proses asesmen kerusakan sebelum pekerjaan dibagi sesuai kewenangan dan kapasitas masing-masing pihak. Khusus wilayah pesisir, pemerintah diminta tidak hanya melakukan perbaikan darurat, tetapi sekaligus menyiapkan desain penanganan permanen, termasuk kemungkinan kebutuhan perlindungan pantai.

Selain memperbaiki infrastruktur, pemerintah juga mulai menyiapkan solusi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat dan belum memungkinkan untuk ditempati. Salah satu opsi yang disiapkan adalah pembangunan hunian sementara (huntara) agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari sembari menunggu proses rehabilitasi dan pembangunan rumah permanen.

Dody menegaskan seluruh penanganan harus dilakukan secara cepat, produktif, efektif, dan efisien. Menurutnya, percepatan pemulihan merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat terdampak bencana dapat segera kembali merasa aman dan menjalani kehidupan normal. “Beliau inginnya warga negara yang terdampak bencana, hari ini terdampak, satu detik kemudian di depannya itu bisa tersenyum,” ujar Dody.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....