Kemkomdigi Targetkan Kecepatan Internet Indonesia Tembus 100 Mbps
- 05 Jul 2026 18:01 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Medan – Kementerian Komunikasi dan Digital menargetkan kecepatan internet nasional mencapai rata-rata 100 Mbps dalam dua tahun ke depan. Target tersebut akan diwujudkan melalui percepatan pembangunan infrastruktur digital dan perluasan akses internet hingga wilayah pinggiran.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan akses internet berkualitas kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah berupaya memastikan konektivitas digital dapat dinikmati secara merata dengan harga yang semakin terjangkau.
“Kita berkomitmen menembus 100 Mbps kira-kira di dua tahun mendatang secara merata dan juga dengan harga yang semakin murah,” ujar Nezar saat berdialog dengan jajaran pegawai Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan, Sumatera Utara, Sabtu 4 Juli 2026.
Menurutnya, peningkatan kualitas internet menjadi bagian dari strategi Kemkomdigi melalui visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”. Infrastruktur digital yang semakin baik dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital dan pelayanan publik berbasis teknologi.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah terus mendorong operator telekomunikasi meningkatkan investasi jaringan. Penguatan konektivitas dilakukan melalui pembangunan serat optik, layanan fixed broadband, hingga pemanfaatan teknologi satelit di wilayah yang belum terjangkau optimal.
“Kemarin kita juga mendorong operator seluler dan perusahaan telekomunikasi untuk meningkatkan belanja modal mereka sehingga dapat menjangkau daerah-daerah pinggiran,” jelasnya.
Nezar mengakui pemerataan akses internet masih menjadi tantangan besar pemerintah. Hingga kini, sejumlah wilayah di Indonesia masih mengalami blank spot atau belum memiliki akses sinyal yang memadai.
“Kita harus menutup kesenjangan infrastruktur dan konektivitas yang masih ada, termasuk mengatasi wilayah-wilayah yang masih mengalami blank spot,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah kini menerapkan pendekatan terpadu dalam membangun konektivitas nasional. Selain program pembangunan infrastruktur di wilayah tertinggal, pemerintah juga menggabungkan jaringan serat optik, broadband tetap, dan layanan satelit agar kualitas internet semakin andal.
Menurut Nezar, kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas digital terus meningkat dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan saat terjadi bencana, pemulihan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak selain bantuan logistik.
“Ketika terjadi bencana, selain permintaan bantuan makanan, masyarakat juga meminta pemulihan sinyal. Itu menunjukkan konektivitas sudah menjadi kebutuhan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kemkomdigi menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi dengan operator telekomunikasi dan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan agar transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....