Cegah Disinformasi, Humas Pemerintah Harus Cepat Tepat

  • 08 Feb 2026 14:11 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan humas pemerintah harus bergerak cepat dan tepat untuk mencegah meluasnya disinformasi di ruang digital. Pemerintah, menurutnya, tidak lagi memiliki ruang untuk terlambat menyampaikan narasi resmi di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat dan masif.

Penegasan tersebut disampaikan Meutya Hafid dalam Forum Government Public Relations (GPR) Outlook 2026 yang digelar Rabu, 4 Februari 2026, di Jakarta Pusat. Forum tersebut dihadiri para Kepala Biro Humas kementerian dan lembaga, BUMN, BUMD, serta perwakilan pemerintah daerah.

Meutya mengatakan kecepatan komunikasi publik tidak boleh mengorbankan ketepatan informasi. Ia menilai keduanya harus berjalan beriringan agar pesan pemerintah yang sampai ke masyarakat tetap akurat. Menurutnya, jika pemerintah lambat merespons isu, ruang publik akan diisi oleh disinformasi yang pada akhirnya membuat informasi yang beredar menjadi tidak tepat.

Ia menekankan tantangan komunikasi publik semakin berat seiring masifnya kompetisi konten di media sosial. Dalam kondisi tersebut, keberhasilan humas tidak diukur dari seberapa rapi pesan disusun, melainkan dari apa yang benar-benar sampai dan dipahami oleh masyarakat.

Meutya juga menegaskan komunikasi publik kini bukan lagi sekadar fungsi pendukung, melainkan bagian integral dari kepemimpinan negara. Reputasi pemerintah dan keberhasilan program nasional, kata dia, sangat ditentukan oleh konsistensi suara negara yang dijalankan humas di setiap kementerian dan lembaga.

Selain itu, Meutya menyoroti pentingnya sinergi dan jejaring antarlembaga dalam menghadapi disinformasi. Ia menilai disinformasi bekerja secara kolektif dan berjejaring, sehingga tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Kolaborasi lintas sektor dinilai lebih relevan dibandingkan kompetisi di era digital.

Meutya juga menekankan penguatan data sebagai fondasi komunikasi publik yang cepat dan akurat. Konsolidasi data di internal kementerian dan lembaga dinilai menjadi prasyarat agar humas mampu bergerak sigap merespons isu strategis sebelum berkembang luas di ruang publik.

Menutup arahannya, Meutya mengajak seluruh insan humas pemerintah menjaga kekompakan, memperkuat koordinasi internal dan lintas lembaga, serta menyampaikan kebijakan pemerintah dengan gaya yang beragam namun tujuan yang sama. Ia menegaskan peran humas pemerintah saat ini sangat strategis dalam menjaga kepercayaan publik di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....