Wamen Nezar: Indonesia Siapkan Lompatan Industri AI Global

  • 22 Mei 2026 15:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah mulai menyiapkan langkah strategis untuk membawa Indonesia masuk dalam rantai pasok industri kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) global. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kerja sama industri semikonduktor dan pembangunan talenta digital nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengatakan Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar teknologi, tetapi harus mampu menjadi pemain dalam pengembangan AI dunia.

“Kita tidak ingin hanya menjadi pasar, tetapi kita ingin talenta digital Indonesia mampu menguasai dasar-dasar teknologi AI dan mengembangkan model AI karya anak bangsa,” ujar Nezar dalam Keynote Speech President Club Series bertema Strengthening National Resilience in The Era of Artificial Intelligence di Jakarta Pusat, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi pemerintah mengejar ketertinggalan Indonesia dalam kompetisi global pengembangan AI yang berkembang sangat cepat.

Nezar menjelaskan pemerintah telah menjalin kerja sama dengan sejumlah industri semikonduktor di Eropa, Jepang, hingga perusahaan teknologi Arm di Inggris. Isu pengembangan semikonduktor juga disebut menjadi salah satu agenda strategis dalam kunjungan Presiden ke berbagai negara.

“Pemerintah sudah bekerja sama dengan sejumlah industri semikonduktor di Eropa, Jepang, termasuk Arm di Inggris. Dalam kunjungan Presiden ke berbagai negara, isu semikonduktor juga menjadi pembahasan strategis,” ujarnya.

Ia mengakui Indonesia selama ini belum berada dalam rantai pasok utama industri AI global. Karena itu, pemerintah kini berupaya mempercepat pembangunan ekosistem industri AI nasional sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia digital.

Menurut Nezar, pengembangan AI tidak dapat dipisahkan dari industri semikonduktor sebagai fondasi utama teknologi komputasi modern, termasuk pengembangan GPU dan pusat data AI.

“Kalau kita bicara industri AI, kita bicara bagaimana membangun ekosistem industrinya dan bagaimana menyiapkan talenta digitalnya. Dua hal ini tidak bisa dipisahkan,” katanya.

Nezar menilai Indonesia memiliki modal besar untuk masuk dalam industri AI global karena didukung sumber daya alam strategis seperti nikel, cobalt, timah, pasir silika, dan zinc yang dibutuhkan dalam industri chip dan semikonduktor.

“Kita punya cukup banyak sumber daya alam yang penting untuk industri semikonduktor. Tetapi sayangnya sebagian besar masih dijual sebagai bahan mentah. Karena itu hilirisasi menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Nezar juga menyoroti persaingan global pengembangan AI yang kini didominasi Amerika Serikat dan Tiongkok. Menurutnya, penguasaan semikonduktor dan kapasitas komputasi akan menjadi penentu daya saing negara di masa depan.

“Chips akan menjadi faktor penentu apakah sebuah bangsa mampu berkompetisi dalam pertarungan teknologi maju seperti artificial intelligence,” tegasnya.

Pemerintah, lanjut Nezar, saat ini juga tengah menyusun Peta Jalan AI Nasional sebagai panduan strategis pengembangan kecerdasan artifisial menuju visi Indonesia Digital 2045.

“Peta jalan AI nasional ini bukan hanya dokumen birokratis, tetapi kontrak sosial kita untuk teknologi masa depan Indonesia,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....