Pola Makan Remaja Berpengaruh terhadap Risiko Anemia
- 21 Sep 2026 07:46 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Labuan Bajo – Pola makan dan gaya hidup remaja berpengaruh terhadap risiko anemia, terutama ketika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi.
Hal tersebut disampaikan dokter umum Dr. Ernestin Salma Celalu dalam program Zona Edukasi RRI SP Labuan Bajo, Senin, 14 September 2026.
Mengangkat topik “Gaya Hidup Anak Muda: Masih Pentingkah Tablet Tambah Darah?”, Ernestin menjelaskan remaja putri menjadi kelompok yang rentan mengalami anemia.
“Remaja putri termasuk kelompok yang rentan mengalami anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan dan membutuhkan zat besi lebih banyak,” jelas Ernestin.
Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan instan dan minuman tinggi gula dapat membuat remaja cepat merasa kenyang.
Namun, asupan tersebut belum tentu memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh, termasuk protein dan zat besi.
“Yang perlu diperhatikan bukan hanya rasa kenyang, tetapi apakah makanan yang dikonsumsi sudah memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh,” ujarnya.
Ernestin juga mengingatkan remaja agar tidak menjalani diet terlalu ekstrem tanpa memperhatikan kebutuhan gizi.
Pola makan yang tidak teratur dan kurangnya asupan protein serta zat besi dapat meningkatkan risiko kekurangan zat besi.
Kondisi anemia dapat ditandai dengan gejala 5L, yakni letih, lemah, lesu, lunglai, dan lelah. Remaja juga dapat mengalami mudah mengantuk serta kesulitan berkonsentrasi.
Untuk membantu mencegah anemia, remaja putri juga dianjurkan mengonsumsi tablet tambah darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
“Pencegahan anemia tidak hanya mengandalkan tablet tambah darah, tetapi juga perlu didukung pola makan yang baik dan bergizi seimbang,” kata Ernestin.
Sumber zat besi dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan. Sumber hewani antara lain ikan, telur, hati ayam, dan daging.
Sementara itu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan menjadi beberapa pilihan sumber zat besi dari pangan nabati.
Sayuran hijau serta buah seperti jambu biji, jeruk, dan pepaya juga dapat melengkapi pola makan sehari-hari.
Ernestin mengingatkan konsumsi tablet tambah darah juga perlu memperhatikan waktu dan jenis minuman pendamping.
“Tablet tambah darah sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan teh, kopi, susu, atau cokelat karena dapat menghambat penyerapan zat besi,” jelasnya.
Melalui edukasi tersebut, remaja diharapkan lebih memahami hubungan antara gaya hidup, pola makan, dan risiko anemia serta mulai menerapkan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....