Dokter Ingatkan Intermittent Fasting Tidak Cocok untuk Semua Orang

  • 08 Sep 2026 11:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Intermittent fasting tidak cocok diterapkan sembarangan, terutama pada kondisi kesehatan tertentu dalam praktik. Dokter Yohan Samudra meminta pasien dengan penyakit tertentu berkonsultasi sebelum menjalankannya secara langsung.

Menurut Yohan, diabetes belum terkontrol membutuhkan pengawasan dokter selama menjalani puasa secara rutin. Penggunaan obat diabetes juga perlu diperhatikan karena risiko hipoglikemia dapat meningkat selama puasa.

Pasien dapat mengalami gula darah terlalu rendah ketika asupan makanan berkurang secara signifikan. Karena itu, dosis obat mungkin perlu disesuaikan oleh dokter yang menangani sesuai kebutuhan.

Yohan juga menyebut ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan melakukan intermittent fasting selama kehamilan. Kedua kelompok tersebut membutuhkan asupan makanan teratur untuk memenuhi kebutuhan tubuh setiap hari.

Kebutuhan protein dan energi juga meningkat selama kehamilan serta masa menyusui secara signifikan. Pembatasan waktu makan berisiko membuat kebutuhan zat gizi tidak terpenuhi optimal secara optimal.

Orang dengan keluhan lambung juga perlu memperhatikan respons tubuh selama menjalani pola sehari-hari. Keluhan seperti lemas, sulit berkonsentrasi, atau nyeri lambung perlu diperhatikan serius sejak awal.

Intermittent fasting juga kurang sesuai bagi orang dengan pola makan emosional secara berlebihan. Orang dengan gangguan makan dapat mengalami dorongan makan berlebihan setelah berpuasa secara berulang.

Yohan menyebut jadwal aktivitas yang sangat tidak teratur juga menjadi pertimbangan dalam keseharian. Jadwal makan yang berubah-ubah dapat menyulitkan penerapan intermittent fasting secara konsisten setiap hari.

Pasien jantung masih dapat menjalani intermittent fasting dengan pengawasan dan pola tepat secara aman. Menurut Yohan, pola tersebut dapat membantu mengendalikan beberapa faktor risiko kardiovaskular secara umum.

Namun, makanan selama jendela makan tetap harus ramah diabetes dan kolesterol secara konsisten. Pasien juga perlu memantau keringat dingin atau gejala hipoglikemia selama puasa secara berkala.

Jika keluhan muncul, pola tersebut perlu dievaluasi dan tidak dipaksakan berlanjut dalam pelaksanaannya. Konsultasi medis penting sebelum memilih intermittent fasting untuk kondisi khusus secara menyeluruh dahulu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....