Polisi Dalami Dugaan Kelalaian Kecelakaan Tewaskan Dua WNA di Cunca Wulang
- 25 Mei 2026 16:08 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Kepolisian Resor (Polres) Manggarai Barat terus mendalami kasus kecelakaan fatal yang menewaskan dua warga negara asing (WNA) asal Austria di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 24 Mei 2026.
Kedua korban masing-masing berinisial J (54) dan A (56), pasangan suami istri asal Austria, meninggal dunia setelah terjatuh dari jembatan gantung di kawasan wisata tersebut.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan intensif usai menerima laporan kejadian.
“Begitu menerima laporan, personel piket fungsi bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Manggarai Barat langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, memasang garis polisi, serta mengevakuasi korban ke RSUD Komodo guna pemeriksaan visum,” kata Christian Kadang saat dikonfirmasi, Senin 25 Mei 2026.
Menurutnya, polisi juga tengah mendalami penyebab runtuhnya bagian jembatan gantung yang mengakibatkan kedua korban terjatuh ke dasar sungai berbatu.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), insiden terjadi saat kedua korban melintasi jembatan gantung setinggi sekitar 10 meter. Bagian papan pijakan jembatan dilaporkan jebol hingga korban terjatuh dan menghantam bebatuan di bawahnya.
Polisi menemukan lubang pada lantai jembatan sepanjang sekitar 1,20 meter. Selain itu, kondisi jembatan dinilai sudah tidak layak karena sejumlah papan pijakan dalam keadaan goyang dan terangkat.
“Hasil pemeriksaan sementara mengungkap adanya kondisi jembatan yang sebagian papan sudah goyang dan terangkat. Selain itu, tidak terdapat SOP tertulis terkait pengecekan rutin jembatan maupun sistem keselamatan wisata yang memadai,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan di lokasi, polisi juga menemukan jaringan pengaman di sisi kiri dan kanan jembatan sebagian besar telah rusak. Kayu penyangga jembatan disebut sudah lapuk dan sejumlah papan pijakan terlepas dari rangka.
Sebelum kejadian, pemandu lokal disebut sempat mengingatkan korban terkait kondisi jalur trekking yang licin akibat cuaca. Namun, kondisi jembatan yang rapuh diduga menjadi faktor utama runtuhnya pijakan.
Dirinya juga mengatakan, penyelidikan kini diperluas pada aspek pengelolaan dan pengawasan keselamatan wisata di kawasan tersebut.
Polisi menemukan adanya pungutan retribusi bagi wisatawan yang masuk ke lokasi wisata. Namun, fasilitas keselamatan dasar di kawasan itu dinilai belum memadai.
“Kami menemukan fakta di lapangan bahwa tidak ada pramuwisata resmi dan bersertifikat yang mendampingi para tamu saat melakukan aktivitas trekking. Petugas maupun pemandu lokal di sana juga belum pernah mendapatkan pelatihan keselamatan wisata yang memadai,” ungkapnya.
Diketahui saat ini, penyidik Satreskrim Polres Manggarai Barat telah memeriksa lima orang saksi, yakni Kepala Desa Cunca Wulang, petugas pos retribusi, pemandu lokal, sopir kendaraan sewaan korban, dan anggota Bhabinkamtibmas yang pertama kali berada di lokasi kejadian.
Selain itu, polisi juga menjadwalkan klarifikasi terhadap sejumlah instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan kawasan wisata tersebut.
“Kami tidak berhenti pada pemeriksaan saksi di lapangan saja. Kami menjadwalkan klarifikasi dari dinas-dinas terkait yang bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengawasan aspek keselamatan di Cunca Wulang,” kata AKBP Christian.
Adapun guna mendukung proses penyelidikan, kepolisian juga akan melibatkan ahli teknik sipil guna menganalisis kondisi struktur jembatan gantung tersebut.
“Kami ingin memastikan apakah ada unsur kelalaian atau murni kegagalan struktur akibat faktor alam,” katanya.
Sejumlah dokumen pengelolaan kawasan wisata, termasuk buku registrasi kunjungan wisatawan, telah diamankan sebagai barang bukti. Sementara itu, jenazah kedua korban masih berada di RSUD Komodo, Labuan Bajo.
Pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta terkait proses pemulangan jenazah ke negara asal. Kapolres Manggarai Barat menegaskan, pihaknya akan menangani kasus tersebut secara transparan dan profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....