Sindikat Narkoba Terus Beregenerasi, Anak Muda Jadi Kelompok Rentan

  • 14 Agt 2026 19:28 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Sindikat narkoba dinilai terus beregenerasi karena tingginya permintaan, keuntungan besar, serta kemampuan jaringan beradaptasi terhadap penindakan. Kondisi tersebut membuat anak muda menjadi salah satu kelompok rentan yang berpotensi direkrut sebagai pengguna, kurir, hingga bagian dari jaringan peredaran narkoba.

Sekretaris Forum Dinar NTT, Ralvin L. I. Lapuisaly, mengatakan pemberantasan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan penangkapan pelaku. Hal tersebut disampaikannya dalam program Obrolan SPADA Pro 2 RRI Ende, Kamis 13 Agustus 2026.

Menurut Ralvin, jaringan peredaran narkoba memiliki pola yang terstruktur. Ketika salah satu jaringan berhasil diputus, jaringan lain dapat kembali mengambil alih pasar sehingga upaya pemberantasan membutuhkan strategi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Ia mengatakan tingginya keuntungan menjadi salah satu faktor yang membuat bisnis narkoba terus bertahan. Keuntungan tersebut mendorong sindikat mengembangkan teknologi, mengubah modus operandi, serta mencari jalur baru untuk menghindari penindakan aparat penegak hukum.

Ralvin menjelaskan, jaringan narkoba juga dapat menggunakan pola sel sehingga pelaku di lapangan tidak selalu mengetahui bandar atau aktor utama yang berada di atasnya. Karena itu, pemberantasan menurutnya perlu dilakukan dengan menelusuri aliran uang serta menyita aset yang berasal dari hasil kejahatan, selain menangkap pelaku di tingkat bawah.

Perkembangan teknologi juga menjadi tantangan dalam pengawasan peredaran narkoba. Menurut Ralvin, sindikat memanfaatkan media sosial, komunikasi terenkripsi, dan ruang digital untuk memperluas jaringan serta mengubah pola transaksi.

Kondisi tersebut menuntut aparat penegak hukum untuk terus beradaptasi dan mengembangkan pendekatan yang lebih proaktif dalam memutus jaringan peredaran narkoba.

Di sisi lain, anak muda dinilai menjadi sasaran strategis karena berada dalam fase pencarian identitas dan rentan terhadap pengaruh lingkungan. Ralvin mengatakan sebagian anak muda dapat dimanfaatkan sebagai pengguna maupun kurir dengan iming-iming keuntungan atau akses terhadap narkoba.

Kondisi geografis Nusa Tenggara Timur yang merupakan wilayah kepulauan juga menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan. Banyaknya jalur laut, pelabuhan rakyat, dan kawasan perbatasan membutuhkan dukungan personel, armada, serta teknologi yang memadai.

Selain itu, partisipasi masyarakat dinilai penting untuk membantu mencegah peredaran narkoba. Masyarakat diharapkan dapat berperan sebagai mata dan telinga dalam mengenali potensi peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

Ralvin menegaskan keberhasilan perang melawan narkoba tidak harus dimaknai sebagai hilangnya seluruh kejahatan narkotika. Menurutnya, keberhasilan juga dapat dilihat dari kemampuan menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan dan eksploitasi jaringan narkoba.

Ia mendorong penguatan komunikasi dalam keluarga serta penyediaan ruang ekspresi yang positif bagi anak muda. Selain itu, stigma terhadap korban penyalahgunaan narkoba perlu dihentikan agar mereka tidak takut mencari bantuan dan mendapatkan rehabilitasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....