Dari Panggung Kampung, Ame Menemukan Jalannya Jadi MC

  • 16 Apr 2026 09:55 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Program Muda Kreatif Pro Dua RRI Ende angkat profesi MC muda
  • Aldo Meze (Ame) mulai karier sejak SMA tahun 2018
  • Terinspirasi ayah dan mengidolakan Choky Sitohang
  • MC harus adaptif, kreatif, dan mampu improvisasi
  • Komunikasi dan penguasaan diksi sangat penting
  • Profesionalisme ditunjang penampilan dan chemistry dengan klien
  • Pesan: mulai dari kecil, terus belajar, dan jangan takut gugup

RRI.CO.ID, Ende – Tidak semua orang berani berdiri di depan banyak orang dan berbicara dengan percaya diri. Namun bagi Aldo Meze, atau yang akrab disapa Ame, panggung justru menjadi tempat ia menemukan jati dirinya.

Semua berawal dari sebuah momen sederhana di tahun 2018. Saat itu, Ame yang masih duduk di bangku SMA diminta menggantikan seorang MC yang berhalangan hadir dalam sebuah acara pernikahan di kampungnya.

Tanpa banyak persiapan, ia maju. Gugup? Pasti. Tapi dari situlah semuanya dimulai.

Kini, Ame dikenal sebagai salah satu MC muda yang mulai diperhitungkan di kalangan anak muda. Perjalanan itu ia bagikan dalam program Muda Kreatif RRI Ende dengan tema “MC Muda Berkarya: Kreatif Menghidupkan Setiap Acara”.

Bagi Ame, menjadi MC bukan sekadar berbicara di atas panggung. Lebih dari itu, seorang MC harus mampu membaca situasi, menghidupkan suasana, dan membuat setiap orang merasa terlibat dalam acara.

“MC itu harus bisa menyesuaikan diri. Kadang harus serius, kadang harus santai, tergantung acaranya,” ujarnya.

Kemampuan improvisasi menjadi salah satu senjata utama. Mulai dari pantun, humor, hingga interaksi ringan dengan audiens, semuanya menjadi cara untuk mencairkan suasana.

Tak hanya itu, Ame juga percaya bahwa kata-kata memiliki kekuatan. Ia terus melatih diri untuk memperkaya diksi agar setiap kalimat yang disampaikan terasa segar dan tidak monoton.

Di balik semua itu, ada sosok yang menjadi inspirasi awalnya, yaitu sang ayah yang juga seorang pembicara. Selain itu, ia juga mengidolakan presenter nasional Choky Sitohang yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang khas dan berkarakter.

Namun, bagi Ame, perjalanan menjadi MC tidak selalu mulus. Rasa gugup, kurang percaya diri, hingga pengalaman di panggung kecil menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

Justru dari pengalaman sederhana itulah, ia belajar satu hal penting: keberanian untuk memulai.

“Mulai saja dulu, tidak perlu tunggu sempurna. Dari situ kita belajar,” katanya.

Kini, Ame tidak hanya berdiri di atas panggung, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya untuk berani mencoba dan mengembangkan potensi diri.

Karena pada akhirnya, setiap panggung—sekecil apa pun—bisa menjadi awal dari perjalanan besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....