Maria, Anak Penderita Hidrosefalus di Manggarai Timur Butuh Biaya Pengobatan

  • 22 Mei 2026 10:01 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Timur – Masa kecil Maria (3 tahun), asal Kampung Nanga Rawa, Desa Bamo, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, seolah direnggut oleh penyakit hidrosefalus yang dideritanya sejak lahir. Di saat anak seusianya sedang aktif bermain dengan tawa dan keceriaan, Maria justru harus terbaring lemah berjuang melawan penumpukan cairan di bagian kepala.

Hari demi hari menjadi ladang ujian bagi pasangan Petrus dan Sesilia. Mereka terus menyaksikan sang buah hati dengan kondis kepala yang terus membesar, kontras dengan tubuhnya yang justru semakin kurus, kering, dan melemah. Bobot tubuhnya kini menyusut drastis, nyaris setara dengan bayi yang baru lahir.

Penderitaan itu kian menyayat hati saat kejang misterius menyerang tubuh mungilnya. Hampir setiap hari, Maria harus menahan sakit akibat kejang hebat yang bisa berlangsung hingga satu jam penuh.

Di saat-saat mencekam seperti itu, tidak ada yang bisa dilakukan Petrus dan Sesilia selain memeluk erat buah hati mereka sambil melafalkan doa di tengah derai air mata. Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas membuat keduanya kini hampir putus asa untuk melanjutkan pengobatan.

Arsen, salah satu anggota keluarga, menceritakan bahwa perjuangan untuk menjemput kesembuhan Maria sebenarnya sudah berulang kali dilakukan. Beruntung, pemerintah daerah sempat mengulurkan tangan, membiayai pengobatan Maria hingga tiga kali ke Kupang. Namun, takdir baik belum berpihak.

"Sudah pernah pengobatan di Kupang selama tiga kali dibantu pemerintah daerah, tetapi kondisinya saat ini belum membaik. Hanya cairannya saja yang keluar, tetapi bentuk kepalanya masih besar," tutur Arsen.

Sepulang dari Kupang, kondisi Maria justru perlahan kembali memburuk. Sementara itu, kantong perlindungan ekonomi keluarga telah robek sama sekali. Seluruh tabungan dan barang berharga milik orang tua Maria habis tak tersisa demi menutup biaya operasional selama masa pengobatan.

Kini, di tengah keterbatasan ekonomi dan kepasrahan yang mendalam, keluarga kecil di pelosok Manggarai Timur ini hanya bisa berharap pada belas kasih sesama. Mereka mengetuk pintu hati pemerintah dan para dermawan di mana pun berada. Sebuah uluran tangan, sekecil apa pun, adalah secercah cahaya bagi Maria untuk bisa mendapatkan operasi lanjutan dan merasakan kembali indahnya masa kecil yang sempat hilang.

Bantuan donasi dapat disalurkan melalui https://kitabisa.com/campaign/mukjizatuntukmaria?utm_source=socialsharing_donor_android_b7aa4be472294213989d45d52f702d27&utm_medium=CampaignPage_nativeshare&utm_campaign=Campaign

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....