Di Rumah Berdinding Bambu, Seorang Ibu Menanti Uluran Tangan untuk Putranya

  • 29 Jul 2026 19:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Di sebuah rumah kontrakan sederhana di kawasan Lempe, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Alesandra Sarina Ayu (29) menjalani hari-harinya dengan penuh keterbatasan sambil merawat putranya, Yosef Freinademetz Ecllesia Adikari Gampar yang kini berusia satu tahun.

Rumah kontrakan yang ditempati keduanya ini jauh dari kata layak. Bangunannya berukuran kecil dengan dinding anyaman bambu yang sebagian dilapisi banner bekas, sementara lantainya masih berupa tanah. Kondisi sanitasinya pun memprihatinkan.

Kamar mandi dan toilet dibuat dari drum bekas yang telah berkarat. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti listrik dan air bersih, mereka bergantung pada sambungan dari rumah tetangga dengan membayar biaya setiap bulan.

Alesandra mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap karena seluruh waktunya dihabiskan untuk merawat sang buah hati. Kondisi ekonomi keluarga membuat mereka hanya bisa bersyukur dengan apa pun yang tersedia setiap hari.

"Kalau ada makanan kami syukuri. Kalau tidak ada, kami juga tetap bersyukur," tuturnya saat ditemui RRI, Rabu 29 Juli 2026.

Selain menghadapi keterbatasan ekonomi, Alesandra juga dihantui kekhawatiran terhadap kondisi putranya. Sejak lahir, kaki Yosef mengalami kelainan sehingga hingga kini ia belum mampu berjalan. Saat mencoba berdiri, salah satu kakinya tampak mengarah ke dalam sehingga kesulitan menopang tubuhnya.

"Sejak lahir memang begitu. Kalau berdiri susah sekali, apalagi untuk berjalan. Saya ingin membawanya berobat atau terapi supaya bisa berjalan, tetapi saya benar-benar terkendala biaya," ujarnya.

Ia mengatakan usia anaknya kini hampir menginjak dua tahun. Namun, keterbatasan biaya membuat keinginan membawa Yosef menjalani pemeriksaan dan pengobatan belum dapat terwujud.

Saat ini keluarga tersebut telah menempati rumah kontrakan itu selama sekitar tujuh bulan dengan biaya sewa Rp2,5 juta per tahun. Sebelumnya mereka tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Mbaumuku, Ruteng.

Selama ini Alesandra mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah karena KTP miliknya masih beralamat di Kecamatan Satar Mese. Bantuan pertama yang diterimanya justru datang dari Polres Manggarai melalui jajaran Polwan berupa beras, telur, sembako, pakaian, roda bantu bagi putranya, springbed kecil dan uang tunai.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Polres Manggarai, khususnya para Polwan yang telah memberikan perhatian bagi dirinya.

"Terima kasih banyak atas bantuannya dari Polres Manggarai beserta jajarannya, khususnya Ibu-ibu Polwan yang sudah berdonasi untuk kami. Dan satu lagi saya mengucapkan terima kasih atas berkat berkat semua ini lewat tangan kasihnya Bapak Heribertus Tena. Berkat beliau kami dapat menikmati donasi dari Polres Manggarai, khususnya Ibu-ibu Polwan," ungkapnya.

Di tengah keterbatasan yang mereka hadapi, Alesandra berharap ada pihak yang tergerak membantu, terutama pakaian bekas yang masih layak pakai untuk putranya, khususnya jaket, serta dukungan agar Yosef dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis sehingga memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang seperti anak-anak seusianya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....