Gempa Rusak Rumah, Warga Flores Tetap Bangkit dan Produktif

  • 29 Agt 2026 15:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ngada: Gempa bumi yang merusak rumah warga di Dusun Nangawaru, Desa Sambinasi Barat, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, NTT, tidak mematahkan semangat warga untuk bertahan hidup. Salah satunya keluarga Fatima Ndoang dan Jefry Wanga yang tetap berupaya menjalankan aktivitas ekonomi meski rumah mereka mengalami kerusakan sekitar 60 persen.

Fatima kini tinggal di tenda darurat bersama warga lainnya dalam pengungsian mandiri setelah rumahnya terdampak gempa. Di tengah keterbatasan, ia tetap membawa alat tenun dari rumah dan menenun kain di atas tikar untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.

Keseharian Ibu Fatima selama mengungsi di tenda pengungsian ( Foto: Rofinus Monteiro)

"Saya tidak tahu kapan hasilnya akan dibeli, tapi saya harus tetap kerja. Ekonomi keluarga harus jalan," ujar Fatima saat ditemui di tenda pengungsian pada Jumat, 28 Agustus 2026. Semangat tersebut menjadi gambaran ketangguhan warga Flores dalam menghadapi dampak bencana.

Sementara itu, suaminya, Jefry Wanga, terpaksa berhenti melaut selama lebih dari sepekan setelah gempa terjadi. Ia meninggalkan pukat yang menjadi alat utama mencari nafkah karena panik dan memilih mengungsi akibat kekhawatiran terhadap ancaman tsunami.

Kondisi tersebut turut mendapat perhatian Perkumpulan BERGUNA (Bergiat Untuk Nusa) yang mendatangi keluarga Fatima dan Jefry. Ketua BERGUNA, Rofinus Monteiro, selain menyerahkan bantuan juga memberikan edukasi mengenai karakter dan respons yang tepat dalam menghadapi gempa serta mendorong keluarga untuk kembali membangun kemandirian.

"Gempa sudah berangsur reda, hidup kita harus terus berjalan, ekonomi keluarga harus tetap berputar dan kita harus bisa mandiri," kata Rofinus. Ia menegaskan bantuan pemerintah, BERGUNA, dan lembaga lainnya penting, namun keluarga tetap menjadi pihak utama yang bertanggung jawab untuk bangkit dan memulihkan kehidupannya.

Kisah Fatima yang tetap menenun di tengah pengungsian menunjukkan bahwa bencana tidak harus mematikan semangat untuk bekerja dan mandiri. Bagi BERGUNA, pemulihan Flores tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga pada ketangguhan warga untuk kembali menggerakkan ekonomi keluarga secara perlahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....