Perjuangan Dandim 1602 Ende Hadirkan Senyum Anak SD Wolemage
- 24 Jul 2026 16:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID Ende - Suara riuh anak-anak kembali memenuhi ruang kelas SD Wolemage. Jemari-jemari kecil mereka kini leluasa menulis di atas meja belajar yang kokoh. Senyum mengembang di wajah para siswa, seolah menjadi pertanda bahwa mereka tengah menikmati sesuatu yang selama ini hanya menjadi harapan.
Bagi banyak orang, sebuah meja belajar mungkin hanyalah perabot sekolah. Namun, bagi anak-anak SD Wolemage, meja-meja itu adalah simbol hadirnya kepedulian, kebersamaan, dan harapan baru untuk meraih masa depan.
Sebelum bantuan itu datang, aktivitas belajar di sekolah tersebut berlangsung dengan berbagai keterbatasan. Jumlah meja belajar yang tidak mencukupi membuat sebagian siswa harus berbagi tempat, bahkan ada yang terpaksa menulis dengan posisi yang kurang nyaman. Kondisi itu tentu tidak sejalan dengan semangat mereka untuk belajar.
Keterbatasan tersebut menjadi perhatian masyarakat dan pihak sekolah. Mereka berharap ada uluran tangan yang mampu membantu memenuhi kebutuhan dasar pendidikan anak-anak di wilayah itu.
| Baca juga: Menjaga Asa lewat Helai Tenun Wolowaru |
Harapan itu akhirnya mendapat jawaban. Komandan Kodim (Dandim) 1602 Ende, Letkol Inf. Nugroho Susanto, S.I.P., bersama jajaran Kodim 1602 Ende mengambil langkah nyata dengan menghadirkan bantuan meja belajar bagi SD Wolemage.
Namun, perjalanan bantuan itu tidaklah mudah. Medan menuju sekolah yang cukup berat menjadi tantangan tersendiri. Jalan yang sulit dilalui tidak menyurutkan semangat para prajurit TNI bersama masyarakat. Dengan penuh kebersamaan, mereka memikul, mengangkat, dan mengantarkan meja-meja belajar hingga tiba di sekolah.
Peluh yang menetes sepanjang perjalanan seolah tidak berarti ketika tujuan akhirnya adalah menghadirkan senyum bagi anak-anak. Pemandangan prajurit TNI berjalan berdampingan dengan warga sambil membawa meja belajar menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup.
Tidak ada sekat antara aparat dan masyarakat. Yang ada hanyalah keinginan yang sama, memastikan anak-anak dapat belajar dengan lebih baik. Sesampainya di sekolah, suasana berubah penuh keceriaan. Anak-anak menyambut kedatangan meja-meja baru dengan wajah berbinar. Mereka segera mencoba duduk di bangku masing-masing, merasakan kenyamanan yang selama ini mereka impikan.
Bagi para siswa, bantuan tersebut bukan hanya menghadirkan fasilitas baru. Lebih dari itu, mereka merasakan bahwa ada banyak orang yang peduli terhadap pendidikan dan masa depan mereka. Dandim 1602 Ende, Letkol Inf. Nugroho Susanto, S.I.P., menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya sebatas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
"TNI akan selalu bersama masyarakat. Apa yang menjadi kesulitan masyarakat, sejauh kemampuan kami, akan kami upayakan untuk membantu," katanya. Komitmen itu mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SD Wolemage, Ester G. Ate, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.
Menurutnya, bantuan tersebut membawa perubahan besar bagi proses belajar mengajar. Anak-anak kini memiliki tempat belajar yang lebih layak sehingga dapat mengikuti pelajaran dengan lebih nyaman dan penuh semangat.
Ungkapan terima kasih juga datang dari Kepala Desa Aendoko, Arif. Ia menilai kepedulian yang ditunjukkan Kodim 1602 Ende menjadi bukti nyata bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
| Baca juga: Di antara Ombak dan Harapan, Rafik Bertahan |
Baginya, meja-meja belajar yang kini memenuhi ruang kelas bukan sekadar bantuan fisik. Di balik kayu-kayu yang tersusun rapi itu tersimpan harapan baru bagi pendidikan anak-anak desa.
Kisah di SD Wolemage menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Ketika pemerintah, TNI, sekolah, dan masyarakat bergandengan tangan, keterbatasan bukan lagi menjadi penghalang untuk menghadirkan perubahan.
Kini, suara tawa dan semangat belajar kembali menggema di ruang-ruang kelas SD Wolemage. Anak-anak menorehkan huruf demi huruf di atas meja baru mereka, menuliskan cita-cita yang suatu hari nanti ingin mereka raih.
Di balik setiap meja itu tersimpan cerita tentang peluh, gotong royong, dan kepedulian. Sebuah kisah sederhana yang membuktikan bahwa kehadiran TNI bersama masyarakat tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi masa depan generasi penerus bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....