Suara dari Ende yang Tak Mau Disembunyikan

  • 19 Mei 2026 18:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Di sebuah ruang latihan sederhana sepulang sekolah, suara lagu perlahan terdengar menyatu dengan hembusan napas yang dijaga ritmenya. Bagi Fransiskus Maliga Wasa yang akrab disapa Otan, bernyanyi bukan sekadar hobi. Musik telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak kecil, sekaligus ruang untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Prestasi yang diraih siswa kelas XI jurusan Hukum SMAK Syuradikara Ende itu menjadi perhatian publik setelah ia keluar sebagai juara pertama vokal solo putra pada Pekan Ekspresi Siswa SMA-SMAK tingkat Kabupaten Ende tahun 2026. Kemenangan tersebut bukan hadir secara instan, melainkan lahir dari latihan panjang, disiplin, dan keberanian melawan rasa takut.

“Kalau punya bakat jangan disembunyikan. Terus berlatih dan tunjukkan bahwa kita bisa,” ujar Otan dalam program Generasi Prestasi Pro 2 RRI Ende, Selasa, 19 Mei 2026.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Otan sudah jatuh cinta pada dunia tarik suara. Ia mulai mengenal panggung dari kegiatan sekolah dan perlahan menemukan keyakinan jika musik adalah jalan yang ingin ia tekuni.

Menjelang perlombaan tingkat kabupaten, hampir setiap sore ia menghabiskan waktu untuk berlatih bersama guru pembimbing. Teknik vokal, penguasaan lagu, hingga latihan pernapasan menjadi menu rutin yang dijalani dengan tekun.

Di balik suara merdu yang memukau penonton, Otan harus menghadapi tantangan kesehatan. Ia memiliki riwayat asma yang membuatnya harus ekstra menjaga kondisi tubuh.

Pernapasan menjadi hal paling penting bagi seorang penyanyi, sementara bagi Otan, itu juga menjadi tantangan yang harus ditaklukkan setiap hari. Ia rutin berolahraga dan menjaga stamina agar tetap prima saat tampil di atas panggung.

Kondisi tersebut justru membentuk mentalnya menjadi lebih kuat. Baginya, kemampuan bernyanyi saja tidak cukup untuk memenangkan kompetisi. Rasa percaya diri dan keberanian tampil di depan banyak orang menjadi penentu utama.

Menurut Otan, banyak anak muda saat ini sebenarnya memiliki bakat, tetapi takut menunjukkan kemampuan mereka. Di tengah derasnya penggunaan media sosial, ia melihat sebagian pelajar lebih nyaman menjadi penonton dibanding mencoba tampil dan berkarya.

Karena itu, kemenangan yang diraihnya ingin ia jadikan pesan bagi generasi muda Ende agar berani keluar dari rasa takut dan mulai mengembangkan potensi diri melalui kegiatan sekolah maupun kompetisi seni. Dukungan keluarga juga menjadi kekuatan besar dalam perjalanan Otan. Ia mengaku sang ayah adalah sosok yang paling banyak memberi semangat agar dirinya terus berkembang di bidang musik. Dorongan itu membuatnya semakin yakin untuk terus melangkah meski harus menghadapi berbagai tantangan.

Kini, mimpi Otan tidak berhenti di tingkat kabupaten. Ia ingin suatu hari nanti berdiri di panggung ajang pencarian bakat nasional seperti Indonesian Idol. Impian itu mungkin terdengar besar bagi sebagian orang, tetapi bagi Otan, setiap langkah kecil yang dijalani dengan kerja keras selalu memiliki kemungkinan untuk membawa seseorang lebih jauh.

Dari Ende, suara itu mulai terdengar. Suara seorang pelajar yang memilih tidak menyembunyikan bakatnya dan percaya bahwa mimpi bisa tumbuh dari mana saja, termasuk dari ruang latihan sederhana sepulang sekolah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....