Perjuangan Regina, 25 Tahun Gadai Demi Pendidikan Anak
- 23 Feb 2026 13:56 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Bagi Regina Loru, pendidikan anak adalah harga mati. Perempuan asal Desa Reka, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, itu telah 25 tahun menjadi nasabah Pegadaian demi memastikan anak-anaknya tetap bisa mengenyam bangku sekolah.
Perjuangan itu tidak datang dengan cara yang mudah.
Setiap kali kebutuhan pendidikan mendesak—biaya pendaftaran, ujian, hingga kuliah—Regina memilih menggadaikan barang miliknya. Bukan karena ingin, tetapi karena harus.
Saat ditemui RRI Ende di Kantor Pegadaian Paupire, Senin, 23 Februari 2026, ia menceritakan perjalanan panjangnya membiayai pendidikan anak di tengah keterbatasan ekonomi.
“Karena butuh uang untuk anak sekolah dan kuliah, juga untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya pelan.
Sejak anak-anaknya duduk di bangku SMP dan SMA, kebutuhan biaya semakin besar. Sementara penghasilan keluarga harus dibagi untuk makan, listrik, dan kebutuhan harian lainnya. Di titik-titik itulah Pegadaian menjadi penolong.
Regina telah dua kali menyelesaikan pinjaman hingga lunas. Namun perjuangan belum selesai. Kini ia kembali memulai putaran baru.
“Mama sudah dua kali putaran dan sudah lunas. Sekarang pinjam lagi, baru satu bulan ini mulai angsuran,” katanya.
Bagi sebagian orang, menggadaikan barang mungkin terasa memalukan. Namun bagi Regina, itu adalah bentuk keberanian seorang ibu mengambil keputusan agar masa depan anak-anaknya tidak terhenti.
Ia tidak berbicara tentang lelah. Tidak pula tentang beban.
Yang ada dalam benaknya hanya satu harapan sederhana: anak-anaknya bisa menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Yang penting anak-anak bisa sekolah dan selesai dengan baik,” tuturnya penuh keyakinan.
Di balik loket Pegadaian yang sederhana, kisah Regina menjadi cermin keteguhan banyak orang tua di Ende—bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas, bahkan ketika jalan yang ditempuh penuh pengorbanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....