Dana BOSP di Ende Raya Tembus Rp70 Miliar, BOS Reguler Serap Porsi Terbesar

  • 21 Mei 2026 14:16 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Penyaluran Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) di wilayah kerja KPPN Ende hingga 20 Mei 2026 mencapai Rp70,67 miliar. Dana tersebut disalurkan untuk mendukung operasional pendidikan di Kabupaten Ende, Sikka, dan Nagekeo.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ende mengawal proses penyaluran dana pendidikan itu sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan. Penyaluran dilakukan agar dana dapat diterima sekolah secara tepat waktu, tepat sasaran, dan akuntabel.

Kepala KPPN Ende, Agus Setiawan, mengatakan Dana BOSP memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di berbagai jenjang. Menurutnya, penyaluran anggaran pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian realisasi, tetapi juga manfaat yang dirasakan peserta didik dan sekolah.

“Penyaluran Dana BOSP bukan sekadar realisasi anggaran, tetapi memastikan bahwa setiap dana yang disalurkan memberikan manfaat langsung bagi sekolah dan peserta didik,” ujar Agus.

Dari total realisasi tersebut, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) menjadi komponen terbesar dengan nilai penyaluran mencapai Rp63,13 miliar. Angka itu setara dengan 52,4 persen dari total pagu sebesar Rp120,41 miliar.

Dana BOS tersebut telah menjangkau 1.221 sekolah dengan total 126.035 siswa di wilayah Ende Raya. Kabupaten Sikka menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, disusul Kabupaten Ende dan Kabupaten Nagekeo.

Selain BOS reguler, pemerintah juga menyalurkan BOS afirmasi untuk mendukung satuan pendidikan yang membutuhkan perhatian khusus. Program ini diarahkan untuk memperkuat layanan pendidikan di sekolah dengan kondisi tertentu agar kualitas pembelajaran tetap terjaga.

Pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), realisasi Dana BOP PAUD mencapai Rp6,59 miliar atau sekitar 62,2 persen dari pagu. Dana tersebut telah disalurkan kepada 680 satuan PAUD dengan total 14.626 peserta didik.

Sementara itu, Dana BOP Kesetaraan untuk pendidikan nonformal terealisasi sebesar Rp950 juta atau 50 persen dari pagu yang tersedia. Penyaluran itu menjangkau 12 satuan pendidikan dengan total 1.155 peserta didik.

Agus menegaskan, pengawalan penyaluran dana tidak berhenti pada aspek kecepatan pencairan saja. Pemerintah juga mendorong agar penggunaan dana benar-benar efektif dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

“Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan sangat penting agar dana yang disalurkan benar-benar digunakan secara efektif untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan,” katanya.

Pemerintah berharap percepatan penyaluran Dana BOSP pada tahap berikutnya dapat terus dilakukan. Langkah itu diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Ende, Sikka, dan Nagekeo.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....