Realisasi Belanja Negara KPPN Ende Capai Rp236,76 Miliar hingga April 2026
- 03 Jun 2026 12:30 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Realisasi belanja negara di wilayah kerja KPPN Ende hingga 30 April 2026 mencapai Rp236,76 miliar atau tumbuh 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong percepatan pelaksanaan program pemerintah, terutama pada sektor infrastruktur dan transportasi.
Kepala KPPN Ende, Agus Setiawan, menjelaskan pertumbuhan belanja negara ini menunjukkan semakin baiknya kesiapan satuan kerja dalam melaksanakan program dan kegiatan. Menurutnya, percepatan penyerapan anggaran menjadi faktor penting untuk menjaga perputaran ekonomi dan mendukung pembangunan di daerah.
Komponen dengan pertumbuhan tertinggi berasal dari Belanja Modal yang mencapai Rp39,64 miliar atau melonjak 186,10 persen secara tahunan. Lonjakan tersebut didorong percepatan pelaksanaan proyek pada Satuan Kerja UPP Marapokot dan Proyek Jalan Nasional IV.
"Belanja modal yang tumbuh sangat tinggi menunjukkan proyek-proyek strategis mulai berjalan lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini menjadi sinyal positif karena belanja pemerintah memiliki efek berganda terhadap aktivitas ekonomi masyarakat," kata Agus Setiawan.
Selain belanja modal, Belanja Barang juga mencatat peningkatan signifikan menjadi Rp82,63 miliar. Kenaikan ini dipengaruhi akselerasi kegiatan operasional dan pembangunan yang dijalankan oleh KSOP Laurentius Say serta Proyek Jalan Nasional IV.
Di sisi lain, realisasi Transfer ke Daerah mencapai Rp927,92 miliar atau tumbuh 3,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dana tersebut menjadi instrumen penting dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik di tingkat daerah.
Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi komponen transfer terbesar dengan realisasi Rp692,44 miliar. Sementara itu, Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik turut memberikan kontribusi signifikan dengan realisasi sebesar Rp199,51 miliar.
Berdasarkan realisasi per kementerian dan lembaga, Kementerian Perhubungan menjadi instansi dengan serapan anggaran tertinggi yakni Rp68,60 miliar atau 36,50 persen dari total pagu. Capaian tersebut meningkat 131,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, seiring percepatan kebutuhan operasional dan pembangunan infrastruktur transportasi.
Posisi berikutnya ditempati Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan realisasi Rp45,36 miliar. Sementara Kementerian Pekerjaan Umum mencatat realisasi Rp38,23 miliar atau tumbuh 170,80 persen secara tahunan, menandakan percepatan pembangunan infrastruktur yang cukup agresif pada awal tahun 2026.
Agus Setiawan mengatakan pihaknya akan terus mendorong satuan kerja agar menjaga kualitas belanja sekaligus mempercepat pelaksanaan program yang telah direncanakan. Menurutnya, penyerapan anggaran yang tepat waktu dan tepat sasaran akan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di wilayah kerja KPPN Ende.
Secara keseluruhan, tren belanja negara hingga April 2026 menunjukkan akselerasi yang kuat. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pergerakan ekonomi daerah karena belanja pemerintah tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan di wilayah kerja KPPN Ende.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....