Panen Jagung Hibrida di Doreng dan Lela Dongkrak Cadangan Pangan

  • 18 Mei 2026 12:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Ketahanan pangan di Kabupaten Sikka tidak lagi sekadar menjadi wacana kebijakan, tetapi hadir nyata melalui kerja kolektif masyarakat desa yang mengelola lahan pertanian secara mandiri. Hamparan ladang jagung di Kecamatan Doreng dan Kecamatan Lela menjadi simbol semangat warga menghadapi ancaman krisis pangan dan ketidakpastian ekonomi.

Di Dusun Habibola, Desa Waihawa, Kecamatan Doreng, masyarakat bersama Kelompok Tani Mekar Berkembang melaksanakan panen jagung hibrida varietas HJ 71 di lahan seluas 1,2 hektare milik BUMDes Habibola Jaya, Sabtu (16/5/2026).

Panen tersebut merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Tahun Anggaran 2026 setelah masa tanam berlangsung sejak 18 Januari 2026.

Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Bola IPTU Wihelmus Yohanes Besi Tuba bersama Kanit Binmas Polsek Bola AIPDA Yohanes Rani dan jajaran Bhabinkamtibmas. Kehadiran aparat kepolisian di tengah aktivitas pertanian menunjukkan dukungan Polri terhadap penguatan ketahanan pangan masyarakat desa.

Turut hadir Camat Doreng Ignasius Depa, Kepala BPP Kecamatan Doreng Maria Anselina Wea Ngole bersama para penyuluh pertanian lapangan, Penjabat Kepala Desa Waihawa, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para petani.

Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan penyuluh pertanian, produktivitas jagung diperkirakan mencapai sekitar lima ton per hektare. Angka tersebut dinilai cukup menjanjikan untuk memperkuat cadangan pangan masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.

Sehari sebelum panen raya, tim gabungan telah melakukan peninjauan lokasi guna memastikan kesiapan lahan dan proses panen berjalan optimal. Koordinasi melibatkan BPP Kecamatan Doreng, Bhabinkamtibmas, penyuluh pertanian, pengurus BUMDes, hingga anggota Kelompok Tani Mekar Berkembang yang dipimpin Blasius Rejang.

Dengan memanfaatkan sekitar 12 kilogram benih jagung hibrida, kelompok tani tersebut berhasil mengubah lahan menjadi kawasan produktif yang menopang ekonomi masyarakat desa.

Semangat serupa juga terlihat di Dusun Bangboler, Desa Hepang, Kecamatan Lela, saat masyarakat melaksanakan panen Jagung Tongkol Hibrida jenis Jafra di lahan milik warga Febronius Luis.

Program ketahanan pangan tersebut dikelola secara gotong royong oleh Kelompok Tani Mandiri sejak masa tanam dimulai pada 10 Januari 2026.

Kapolsek Lela AKP Nyoman Simeon memimpin langsung kegiatan bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, penyuluh pertanian lapangan, BPP Kecamatan Lela, tokoh masyarakat, dan para petani.

Ketua Kelompok Tani Mandiri, Agustinus Sin, bersama sekitar 10 anggota kelompok tani berhasil mencapai produktivitas sekitar lima ton jagung tongkol kering dalam sekali masa panen di lahan seluas satu hektare.

Dengan harga pasar berkisar Rp5.000 per kilogram, hasil panen tersebut dinilai mampu memberikan peluang ekonomi sekaligus memperkuat cadangan pangan masyarakat desa.

Panen jagung di Waihawa dan Hepang memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui kolaborasi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian, dan aparat kepolisian.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, masyarakat desa di Kabupaten Sikka menunjukkan bahwa harapan pangan tetap dapat tumbuh dari kerja keras dan semangat gotong royong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....