Harga Jagung Olahan Lebih Tinggi, Petani Flores Timur Harap Dukungan Hilirisasi
- 15 Jul 2026 15:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Petani jagung di Flores Timur menilai pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah dapat meningkatkan pendapatan mereka. Namun, keterbatasan pasar dan jaringan distribusi masih menjadi kendala utama dalam pengembangan hilirisasi jagung.
Petani Bumdes Ile Gerong, Antonius Useng Hayon, mengatakan harga jagung yang diterima petani berbeda tergantung jalur pemasaran dan bentuk produk yang dijual. Saat ini, Perum Bulog Flores Timur membeli jagung pipilan dengan harga Rp6.400 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan harga di pasar lokal yang berkisar Rp5.000 per kilogram.
Menurut Antonius, peluang peningkatan nilai ekonomi sebenarnya masih terbuka apabila jagung diolah menjadi produk pangan. Salah satu produk yang memiliki nilai jual lebih tinggi adalah beras jagung.
"Kalau masyarakat kelola untuk jadi beras jagung, harganya bisa sampai Rp10.000 per kilo. Kalau diolah pasti naik lagi," ujarnya kepada RRI Rabu 15 Juli 2026.
Meski demikian, upaya hilirisasi belum berkembang secara optimal karena permintaan pasar lokal masih terbatas. Kondisi tersebut membuat produk olahan jagung belum mampu dipasarkan secara luas.
Selain itu, petani juga menghadapi keterbatasan akses distribusi ke luar daerah. Belum adanya jaringan pemasaran yang kuat menjadi hambatan bagi pengembangan usaha pengolahan jagung dalam skala yang lebih besar.
Antonius berharap pemerintah dan pihak terkait dapat membantu membuka akses pasar bagi produk olahan jagung asal Flores Timur. Dukungan tersebut dinilai penting agar hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....