Pasar Tak Menentu Sempat Tekan Produksi Jagung Petani Ile Gerong
- 15 Jul 2026 16:09 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Flores Timur – Ketidakpastian pasar sempat menjadi kendala utama yang dihadapi petani jagung di Desa Ile Gerong, Kabupaten Flores Timur. Kondisi tersebut menyebabkan hasil panen tidak terserap maksimal sehingga produksi jagung terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Salah seorang petani Bumdes Ile Gerong, Antonius Useng Hayon, mengatakan persoalan terbesar yang dihadapi petani selama ini adalah terbatasnya daya serap pasar lokal. Saat gudang penampungan di kota penuh, jagung petani tidak lagi diterima sehingga berisiko rusak.
Menurut Antonius, kondisi tersebut membuat sebagian petani kehilangan semangat untuk terus menanam jagung. Bahkan, tidak sedikit yang mulai mempertimbangkan beralih ke komoditas lain karena khawatir hasil panennya tidak memiliki kepastian pasar.
"Kalau gudangnya penuh, mereka tidak ambil lagi. Jagung akhirnya bisa rusak. Petani sempat berpikir kalau setiap tahun pasarannya seperti ini, lebih baik beralih ke komoditas lain," ujarnya kepada RRI Rabu 15 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sejak 2020 produksi jagung di Desa Ile Gerong terus menurun akibat sulitnya pemasaran. Padahal sebelumnya desa tersebut mampu menghasilkan jagung dalam jumlah yang cukup besar.
Antonius mengungkapkan, pada 2020 petani sempat mengirim jagung pipilan ke Surabaya. Namun, keterbatasan jaringan pemasaran dan akses distribusi membuat pengiriman ke luar daerah belum dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Ia berharap terbukanya akses pasar yang lebih luas dapat memberikan kepastian bagi petani untuk terus mengembangkan budidaya jagung. Menurutnya, dukungan terhadap pemasaran akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani di Flores Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....