Sebanyak 17 Dapur MBG Sikka Layani Ribuan Penerima Manfaat

  • 08 Mei 2026 14:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sikka terus diperluas dengan melibatkan 17 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendistribusikan ribuan porsi makanan sehat kepada masyarakat. Program tersebut menyasar pelajar, tenaga pendidik, ibu hamil, ibu menyusui, bayi hingga balita di sejumlah kecamatan.

Pemerintah memastikan penyaluran makanan bergizi berjalan tepat sasaran dan menjangkau kelompok rentan yang membutuhkan asupan gizi seimbang. Kegiatan monitoring distribusi MBG ini berlangsung pada Kamis 7 Mei 2026 sejak pukul 08.30 Wita di berbagai dapur SPPG yang tersebar di Kabupaten Sikka.

Sebanyak 17 dapur SPPG yang telah mengantongi rekomendasi Badan Gizi Nasional (BGN) terlibat dalam pendistribusian makanan sehat tersebut. Ribuan porsi makanan disalurkan secara serentak di Kecamatan Alok, Alok Timur, Kangae, Kewapante, Nita, Koting hingga Lela.

Di Kecamatan Alok, lima dapur SPPG aktif melayani ribuan penerima manfaat dari berbagai sekolah dan Posyandu. Dapur SPPG Kota Uneng 01 mendistribusikan 2.245 porsi dengan menu nasi putih, ayam kecap, tumis labu siam dan kacang panjang, tempe goreng tepung serta buah jeruk.

Sementara itu, Dapur SPPG Kota Uneng 02 menyalurkan 2.363 porsi makanan bergizi kepada siswa dan masyarakat di wilayah Kota Uneng dan sekitarnya. Menu yang disiapkan berupa ayam goreng, tahu kecap dan tumis sayuran sehat.

Distribusi juga dilakukan Dapur SPPG Kota Uneng 03 yang melayani 2.355 penerima manfaat, termasuk siswa SMAK Frateran Maumere dan SMAN 1 Maumere. Menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, ayam kecap, nugget tempe, tumis buncis dan buah jeruk.

Tak kalah besar, Dapur SPPG Kota Uneng 04 menyalurkan 2.758 porsi makanan bergizi ke sekolah umum, SLB dan Posyandu. Sedangkan Dapur SPPG Kota Uneng 05 mendistribusikan 2.591 porsi dengan menu nasi jagung dan ikan bumbu kuning yang memanfaatkan pangan lokal sebagai sumber gizi.

Di Kecamatan Alok Timur, distribusi berlangsung melalui dapur SPPG Waioti, Nangameting 01 dan Nangameting 02. Dapur Waioti menyalurkan 2.549 porsi makanan dengan menu nasi merah, sambal goreng daging sapi, tempe goreng dan aneka sayuran sehat.

Sementara Dapur Nangameting 01 dan Nangameting 02 masing-masing mendistribusikan 2.102 dan 1.824 porsi kepada pelajar serta kelompok rentan. Namun, untuk wilayah Alok Barat, Dapur SPPG Wailiti sementara menghentikan operasional karena perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Di Kecamatan Kangae, Dapur SPPG Tanaduen menjadi salah satu dapur dengan distribusi terbesar yakni mencapai 3.064 porsi makanan bergizi. Sedangkan Dapur SPPG Watuliwung menyalurkan 2.850 porsi dengan menu nasi beras hitam, sambal goreng daging sapi dan capcay sayuran.

Aktivitas serupa juga berlangsung di Kecamatan Kewapante melalui Dapur SPPG Waiara yang mendistribusikan 3.483 porsi makanan sehat. Sementara Kecamatan Nita dan Koting masing-masing menyalurkan 2.797 serta 2.579 porsi kepada sekolah, PAUD dan Posyandu di wilayah tersebut.

Program MBG juga menyentuh Kecamatan Lela melalui dapur SPPG yang tetap aktif melayani masyarakat penerima manfaat. Secara umum, pelaksanaan distribusi MBG di Kabupaten Sikka berlangsung aman dan lancar serta dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....