Siswa SMA Negeri Kangae Minta Variasi Menu Makan Bergizi Gratis
- 05 Agt 2026 08:41 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri Kangae, Kabupaten Sikka, mendapat respons positif dari para siswa penerima manfaat. Meski demikian, mereka berharap menu makanan yang disajikan dapat lebih bervariasi agar tidak menimbulkan rasa bosan.
Pantauan di SMA Negeri Kangae yang berada di Dusun Liantahon, Desa Kokowahor, Kecamatan Kangae, Selasa 4 Agustus 2026, menunjukkan para siswa berbaris secara tertib untuk menerima ompreng berisi menu MBG. Setelah itu mereka menuju ruang kelas dan menikmati hidangan bersama sebelum melanjutkan kegiatan belajar.
Salah seorang siswa kelas XI, Yodi, mengaku merasakan manfaat nyata dari program tersebut. Menurutnya, MBG membuat dirinya tidak lagi merasa lapar pada siang hari sebelum pulang ke rumah.
Meski mengapresiasi program itu, Yodi berharap penyedia layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menghadirkan variasi menu. Ia menilai sajian yang didominasi ikan, ayam, dan telur secara berulang berpotensi membuat siswa merasa jenuh.
Harapan serupa juga disampaikan Novita dan Cintya yang turut menikmati MBG di ruang kelas. Keduanya mengatakan kehadiran program itu membuat kebutuhan uang jajan di sekolah berkurang dibandingkan sebelumnya.
Sebelum memperoleh MBG, mereka mengaku biasa membawa uang saku sekitar Rp5.000 setiap hari. Kini, uang jajan yang dibawa hanya sekitar Rp2.000 bahkan tidak setiap hari, karena kebutuhan makan siang telah terpenuhi melalui program tersebut.
"Kami minta menu MBG bisa diganti dengan menu yang lain seperti nugget. Jangan hanya ayam dan ikan terus karena bisa membuat kami bosan," ujar Novita
Kepala SMA Negeri Kangae, Eva Devy Darnita Daniel, S.Pd., MTESOL melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Maria Venilitas, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas pelaksanaan Program MBG bagi para pelajar. Ia menyebutkan, hingga tahun ini jumlah penerima manfaat di SMA Negeri Kangae mencapai 124 siswa.
Maria Venilitas menambahkan, selama hampir satu tahun pelaksanaan MBG belum pernah terjadi kejadian luar biasa yang menimpa para penerima manfaat. Sebagai langkah mitigasi, pihak sekolah rutin berkoordinasi dengan SPPG, termasuk menyampaikan daftar siswa yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu agar menu yang disediakan tetap aman untuk dikonsumsi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....