BUMDes Waiara Kembangkan Hortikultura untuk Ketahanan Pangan

  • 03 Agt 2026 07:13 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, terus mengembangkan budidaya tanaman hortikultura sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Program tersebut difokuskan pada budidaya pepaya California dan cabai merah yang dikelola secara intensif sejak awal 2026.

Penjabat Kepala Desa Waiara, Stefanus Arifin, ST, mengatakan program hortikultura tersebut diluncurkan Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, pada Januari 2026. Hal itu disampaikannya saat ditemui di lokasi kebun hortikultura Desa Waiara, Kamis, 30 Juli 2026.

Menurut Stefanus, kebun hortikultura seluas 1,5 hektare itu menjadi salah satu program unggulan desa yang diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Selain itu, hasil produksinya juga diproyeksikan memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Pemerintah Desa Waiara, lanjut Stefanus, telah mengalokasikan penyertaan modal melalui APBDes Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp174.174.000 untuk mendukung pengelolaan usaha tersebut. Dana tersebut digunakan untuk sewa lahan, pengadaan bibit, pupuk, biaya produksi, hingga pemasaran hasil panen.

Manajer Unit BUMDes Maju Makmur, Yohanes Fernandez Nero, menjelaskan kebun hortikultura telah dua kali melakukan panen cabai merah sejak program diluncurkan. Panen pada April dan Juli 2026 masing-masing menghasilkan lebih dari dua ton cabai merah.

Ia menambahkan, pada Agustus 2026, kebun hortikultura dijadwalkan memasuki masa panen pepaya California. Produksi yang diperkirakan mencapai lebih dari 500 buah akan dipasarkan ke Pasar Alok di Maumere serta Kabupaten Ende.

Program hortikultura tersebut juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Desa Waiara. Hingga kini, sebanyak 20 warga desa terlibat sebagai pekerja dengan sistem Hari Orang Kerja (HOK) dan menerima upah sebesar Rp70 ribu per hari.

Stefanus menilai pengembangan usaha melalui BUMDes merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi desa secara berkelanjutan. Selain menciptakan lapangan kerja, program tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan ekonomi produktif.

Melalui penguatan sektor hortikultura, BUMDes Maju Makmur diharapkan terus meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas jaringan pemasaran. Keberhasilan program tersebut diharapkan menjadi contoh pemanfaatan dana desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....