Tana Nua Dorong Pertanian Organik dan Sistem Terpadu di Flores

  • 05 Mei 2026 14:26 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Pengurus Yayasan Tana Nua, Hironimus Pala, mengungkapkan alasan lembaganya mengembangkan budi daya padi organik sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas tanah sekaligus meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan. Menurut Hironimus, langkah awal yang dilakukan adalah mengajak petani berdiskusi untuk memahami persoalan yang mereka hadapi, terutama terkait kondisi tanah.

“Kami selalu memulai dengan konservasi, seperti terasering, olah lubang, olah jalur, dan penggunaan penutup tanah,” ujarnya ketika menjadi narasumber dialog di RRI Ende, 30 April 2026.

Ia menjelaskan, pada lahan yang tergolong kritis, petani didorong menggunakan kompos dan pupuk hijau. Pendekatan ini bukan hal baru bagi petani lokal, karena sejak lama mereka telah mengelola pertanian tanpa ketergantungan pada bahan kimia dari luar.

“Kami justru belajar dari petani. Mereka sudah terbiasa hidup tanpa campuran unsur kimia dan tetap mampu memenuhi kebutuhan pangan,” katanya.

Hironimus juga menilai anggapan bahwa sistem tradisional rentan terhadap serangan hama tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, petani memiliki kearifan lokal untuk mengatasi persoalan tersebut.

Ia menambahkan, praktik pertanian yang kini dikenal sebagai organik sejatinya telah lama diterapkan, meski istilah “organik” baru populer belakangan. Fokus utama Tana Nua selama ini adalah meningkatkan produksi, baik tanaman pangan maupun tanaman tahunan.

Tana Nua juga mendorong penerapan sistem usaha tani terpadu. Sistem ini menggabungkan tanaman pangan, komoditas perkebunan, peternakan, hingga kehutanan dalam satu kawasan.

Namun demikian, perkembangan pasar dinilai turut memengaruhi pola tanam petani. Harga komoditas seperti kopi dan kakao yang tinggi mendorong alih fungsi lahan dari tanaman pangan khususnya di lahan kering.

“Petani mulai meninggalkan tanaman pangan karena tergiur harga pasar. Kalau pun ada, jumlahnya sangat sedikit,” ungkapnya.

Hironimus kemukakan di wilayah tersebut dalam pendampingan di berbagai desa, Tana Nua awalnya lebih banyak bekerja di wilayah hulu. Namun belakangan ini sudah mulai menjangkau desa-desa yang memiliki lahan sawah.

Tana Nua menemukan tingkat ketergantungan petani terhadap pupuk kimia masih tinggi. Untuk itu pihaknya mulai memberikan pelatihan serta membuka ruang diskusi bagi petani agar beralih ke penggunaan pupuk organik.

“Beberapa petani sudah mulai mencoba menggunakan pupuk organik, dan ini menjadi langkah awal yang baik,” ucap Hironimus

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....