Hortikultura dan Pupuk Organik Jadi Aksi Ekoteologi Kemenag Flotim
- 16 Jun 2026 10:29 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Larantuka – Penanaman berbagai tanaman hortikultura dan pelatihan pembuatan pupuk organik menjadi bagian dari implementasi Asta Protas Tahun 2026 yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Flores Timur, Senin 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat gerakan ekoteologi dan membangun kepedulian lingkungan di kalangan aparatur sipil negara (ASN).
Aksi penghijauan itu dilaksanakan usai peluncuran Asta Protas yang diikuti oleh satuan kerja Kementerian Agama di Flores Timur. Berbagai kegiatan lingkungan digelar secara serentak untuk mendorong keterlibatan ASN dalam menjaga kelestarian alam melalui tindakan nyata.
Sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan, peserta melakukan penanaman perdana sejumlah tanaman hortikultura di halaman Kantor Kemenag Flores Timur. Tanaman yang dibudidayakan meliputi terong, cabai, sawi, kol, dan tomat.
Penanaman tersebut tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan kantor, tetapi juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya pemanfaatan lahan produktif. Melalui kegiatan itu, ASN didorong untuk menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Selain penanaman hortikultura, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembersihan dan penataan lingkungan kantor. Penghijauan dilakukan secara vertikal maupun horizontal melalui penanaman pohon, bunga, serta berbagai jenis tanaman lainnya.
Kepala Kantor Kemenag Flores Timur, Yosef Aloysius Babaputra, mengatakan implementasi Asta Protas merupakan langkah strategis dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup. Menurutnya, gerakan tersebut perlu diwujudkan dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya pada momentum tertentu.
"Kami mengajak seluruh ASN untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari budaya kerja. Langkah sederhana seperti menanam dan merawat tanaman dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan," ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelatihan pembuatan pupuk organik yang disampaikan oleh Samuel Hurit Hajon, penyuluh agama Katolik yang memiliki pengalaman di bidang pertanian, perkebunan, hortikultura, dan peternakan. Pelatihan tersebut mendapat perhatian peserta karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan langsung di lingkungan kerja maupun rumah tangga.
Dalam pemaparannya, Samuel menjelaskan cara memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan untuk menghasilkan pupuk organik yang ramah lingkungan. Penggunaan pupuk organik dinilai dapat mendukung pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.
Ia juga membagikan pengalaman pendampingan kelompok penyintas erupsi Gunung Lewotobi, yakni Pohe Pore, Peten Lewo, dan Olla Take, yang berhasil mengembangkan kegiatan pertanian produktif. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja Kementerian Agama dalam mengembangkan program serupa.
Melalui implementasi Asta Protas, Kemenag Flores Timur berharap gerakan ekoteologi dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya kerja ASN. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan hidup tidak hanya menjadi program sesaat, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang memberi manfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....