Desa Liang Ndara Panen Jagung Program Ketahanan
- 30 Jan 2026 16:47 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Desa Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, melaksanakan panen jagung perdana yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Liang Ndara Jaya, Jumat 30 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program ketahanan pangan desa yang didukung melalui Dana Desa.
Panen perdana tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, didampingi Anggota DPRD Manggarai Barat Martinus Mitar, pimpinan OPD terkait, Camat Mbeliling John Hibur, Kepala Desa Liang Ndara Karolus Vitalis, jajaran pemerintah daerah, unsur kecamatan, tokoh adat, pengurus BUMDes, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta masyarakat setempat.
Kepala Desa Liang Ndara, Karolus Vitalis, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 pemerintah desa menetapkan program ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas penggunaan Dana Desa. Dalam implementasinya, pemerintah desa mengalokasikan anggaran sebesar Rp140 juta kepada BUMDes Liang Ndara Jaya untuk pengelolaan usaha pertanian jagung.
“Dana tersebut digunakan untuk pembukaan lahan, pengadaan bibit, pembiayaan tenaga kerja, pengadaan peralatan produksi, serta pembangunan pondok kerja di lokasi pertanian. Luas lahan yang dikelola mencapai 2,8 hektare dengan hasil panen awal sekitar 7,3 ton per hektare,” kata Karolus.
Ia juga menambahkan, kegiatan tersebut masih berada pada tahap perintisan, namun diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan usaha pertanian berkelanjutan, sekaligus mendorong keterlibatan kelompok tani dan petani perorangan dalam mendukung ketahanan pangan desa.
Sementara itu, Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, menyampaikan apresiasi kepada BUMDes Liang Ndara Jaya atas inisiatif pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah menyampaikan profisiat dan apresiasi kepada BUMDes Liang Ndara Jaya yang telah berinisiatif mengelola Dana Desa untuk membantu masyarakat. Hasilnya kini sudah bisa kita lihat bersama,” ujar Wabup Yulianus.
Dirinya berharap, pengembangan program ketahanan pangan ke depan tidak hanya terfokus pada komoditas jagung, tetapi juga dapat dikembangkan pada komoditas lain yang memiliki nilai ekonomi dan kebutuhan pasar.
“BUMDes tidak harus selalu menanam jagung. Banyak peluang lain yang bisa dikembangkan, seperti buah-buahan yang dibutuhkan oleh dapur MBG, antara lain semangka, pepaya, dan melon, atau sayur-sayuran seperti wortel, mentimun, kacang panjang, dan buncis,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yulianus juga menyoroti besarnya kebutuhan dapur MBG sebagai peluang ekonomi bagi masyarakat desa.
“Saat ini satu dapur membutuhkan sekitar 387 kilogram ayam untuk dua kali penyajian dalam satu minggu. Jika terdapat lima dapur, maka kebutuhan ayam bisa mencapai sekitar 1.600 kilogram per hari atau sekitar 6.000 kilogram per minggu,” ucapnya.
Adapun menurutnya, pemanfaatan potensi lokal sangat penting agar perputaran ekonomi tetap berada di wilayah Manggarai Barat.
“Jangan sampai kebutuhan bahan pangan untuk MBG justru dipasok dari luar daerah. Sebisa mungkin harus dipenuhi dari potensi yang ada di daerah kita sendiri,” katanya.
Kegiatan panen jagung perdana ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadikan Desa Liang Ndara sebagai contoh pengelolaan BUMDes yang produktif di Kabupaten Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....