Polres Manggarai Barat Selidiki Tewasnya Dua Wisatawan China di Pulau Kelor
- 16 Jul 2026 15:40 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Polres Manggarai Barat menyelidiki dugaan kelalaian dalam insiden tenggelamnya dua wisatawan asal China saat snorkeling di perairan Pulau Kelor, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu 15 Juli 2026.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, mengatakan penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan laut tersebut, termasuk dugaan pelanggaran terhadap standar keselamatan wisata bahari.
“Kami telah menginstruksikan Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat melakukan penyelidikan secara menyeluruh, cepat, dan transparan. Tidak boleh ada kompromi menyangkut keselamatan jiwa manusia,” kata Christian dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu malam.
Kedua korban diketahui merupakan pasangan suami istri warga negara China, yakni GX (29) dan SG (30). Keduanya ditemukan meninggal dunia setelah melakukan aktivitas snorkeling di perairan Pulau Kelor.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kapal wisata KM Rinca Story berangkat dari Marina Waterfront Labuan Bajo sekitar pukul 10.00 Wita menuju Pulau Kelor dengan membawa wisatawan domestik maupun mancanegara.
Setelah melakukan trekking, kedua korban memutuskan snorkeling. Polisi menemukan indikasi bahwa korban tidak menggunakan jaket pelampung saat berada di dalam air. Selain itu, mereka disebut tidak didampingi pemandu wisata profesional berlisensi, melainkan hanya menerima pengarahan dari seorang siswa yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Saat peristiwa terjadi, kedua korban tidak didampingi pemandu wisata profesional berlisensi. Mereka juga luput dari pengawasan ketika berada di dalam air,” ujar AKBP Christian.
Sekitar pukul 12.00 WITA, GX ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di permukaan laut oleh wisatawan lain. Upaya pertolongan sempat dilakukan, namun korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, SG dilaporkan hilang sehingga memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
Tim gabungan yang terdiri atas Satpolairud Polres Manggarai Barat, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, Lanal Labuan Bajo, dan Syahbandar melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan SG dalam kondisi meninggal dunia di dasar laut pada kedalaman sekitar 32 meter pada pukul 16.45 WITA.
Kapolres mengatakan dugaan sementara kedua korban terseret arus laut hingga mengalami kelelahan saat berenang.
Polres Manggarai Barat kini telah mengamankan dokumen kapal, manifes penumpang, serta peralatan snorkeling sebagai barang bukti. Penyidik juga akan memeriksa nakhoda, kru kapal, pemilik kapal, serta pihak-pihak lain yang diduga mengetahui rangkaian kejadian tersebut.
“Kami akan menerbitkan laporan polisi untuk mendalami dugaan pelanggaran Pasal 474 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia, serta ketentuan lain dalam Undang-Undang Pelayaran apabila ditemukan unsur pidana,” ungkapnya.
Selain proses penyidikan, kepolisian juga berkoordinasi dengan Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal China terkait penanganan administrasi dan pemulangan jenazah kedua korban ke negara asalnya.
Kasus tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya kedua wisatawan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....