Terintegrasi SIORA, Gendang Mabar Siap Perkuat Tata Kelola Wisata Labuan Bajo
- 21 Jul 2026 18:41 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tengah mengembangkan aplikasi Gendang Mabar yang akan diintegrasikan dengan aplikasi SIORA milik Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Integrasi tersebut diharapkan memperkuat tata kelola ekosistem pariwisata sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam memperoleh layanan wisata yang terpercaya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, mengatakan pembahasan teknis terkait integrasi kedua aplikasi tersebut telah dilakukan bersama BTNK. Menurutnya, Gendang Mabar disiapkan sebagai platform digital yang mendukung pengelolaan pariwisata daerah dan terhubung dengan sistem yang digunakan BTNK.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki tata kelola ekosistem kepariwisataan, khususnya dalam akses menuju Taman Nasional Komodo,” ujar Petrus.
Dirinya juga menjelaskan, Gendang Mabar akan menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan wisatawan, mulai dari destinasi wisata, pemandu wisata, hingga data pelaku usaha pariwisata seperti Travel Agent and Tour Operator (TATO).
Menurutnya, seluruh informasi yang dimasukkan ke dalam aplikasi akan mengacu pada ketentuan perizinan usaha berbasis risiko sesuai regulasi yang berlaku. Khusus untuk TATO, pihaknya hanya akan memasukkan pelaku usaha yang telah terverifikasi sehingga dapat menjadi referensi yang aman dan terpercaya bagi wisatawan.
“Nanti yang masuk ke Gendang Mabar adalah TATO yang sudah diverifikasi atau sudah dicek oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat,” katanya.
Selain itu, Petrus juga menyampaikan, meski kewenangan pengawasan TATO berada di pemerintah provinsi karena termasuk kategori usaha berisiko menengah tinggi, pemerintah kabupaten tetap mengambil peran dalam memastikan pelaku usaha yang ditampilkan di aplikasi memenuhi ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan, data yang telah diverifikasi di Gendang Mabar nantinya akan terintegrasi secara otomatis dengan SIORA. Dengan demikian, hanya pelaku usaha yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan regulasi yang dapat terhubung dengan layanan pemesanan untuk memasuki kawasan Taman Nasional Komodo.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata yang lebih tertata sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
“Pada akhirnya wisatawan memiliki referensi yang jelas mengenai siapa saja pelaku usaha yang dapat dipercaya selama menikmati kegiatan wisata di Labuan Bajo,” ungkapnya.
Pihaknya berharap proses pengembangan aplikasi dapat segera rampung dan ditargetkan diluncurkan dalam satu hingga dua bulan ke depan, sehingga dapat dimanfaatkan oleh wisatawan maupun pelaku usaha pariwisata di Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....