Perputaran Uang Bazar Blitar Djadoel Tembus Rp10 Miliar Selama Lima Hari

  • 16 Jul 2026 07:36 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Perputaran uang selama pelaksanaan Bazar Blitar Djadoel 2026 di Alun-alun Kota Blitar mencapai angka fantastis.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar mencatat nilai transaksi selama lima hari penyelenggaraan event tersebut menembus Rp10 miliar hingga Rp11 miliar.

Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, mengatakan rata-rata perputaran uang di Bazar Blitar Djadoel mencapai sekitar Rp2,3 miliar setiap hari. Event yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026 itu dinilai berhasil menggerakkan roda perekonomian daerah sekaligus mendongkrak omzet para pelaku usaha.

"Rata-rata total perputaran uang di Bazar Blitar Djadoel sekitar Rp2,3 miliar per hari. Selama lima hari acara, total perputaran uang mencapai Rp10 miliar sampai Rp11 miliar," ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Parminto, hampir seluruh peserta bazar menikmati tingginya minat belanja masyarakat. Sebagian besar barang dagangan yang dijual di ratusan stan habis terjual selama kegiatan berlangsung.

Tahun ini, Bazar Blitar Djadoel diikuti 409 stan, terdiri dari 149 stan organisasi perangkat daerah (OPD) dan 260 stan yang ditempati asosiasi pedagang.

Tingginya aktivitas transaksi juga tercermin dari volume sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan acara. Produksi sampah dari area pedagang mencapai sekitar 2 hingga 2,5 ton setiap hari.

"Produksi sampah itu berasal dari para pedagang. Artinya, dagangan mereka laku banyak selama event berlangsung," katanya.

Parminto menilai konsep tematik menjadi salah satu faktor utama yang mampu menarik ribuan pengunjung datang setiap hari. Panitia mengusung empat tema sejarah, yakni era kerajaan (1300–1600), era prakemerdekaan (1600–1900), era perjuangan kemerdekaan (1900–1945), serta era pascakemerdekaan (1945–1980). Seluruh stan peserta dihias mengikuti tema yang telah ditentukan sehingga menghadirkan nuansa khas tempo dulu.

"Tematik ini menjadi daya tarik kepada pengunjung untuk datang ke Bazar Blitar Djadoel," ujarnya.

Meski secara umum pelaksanaan bazar dinilai sukses, Disperindag tetap mencatat sejumlah evaluasi. Salah satunya menyangkut kesiapan event organizer (EO) yang dinilai terlalu mepet sehingga beberapa dekorasi belum rampung menjelang pembukaan acara.

Selain itu, pengawasan terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang tidak terdaftar juga akan diperketat. Menurut Parminto, penertiban diperlukan agar tidak merugikan pedagang resmi yang telah berkontribusi mengikuti bazar.

"Semua pedagang yang ikut di Bazar Blitar Djadoel sudah berkontribusi dalam acara ini. Kalau tiba-tiba ada pedagang lain masuk dan langsung berjualan, tentu kasihan pedagang yang sudah ikut resmi," ucapnya.

Berbagai catatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan Bazar Blitar Djadoel tahun depan. Meski demikian, Disperindag menilai event tahunan tersebut telah memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan di Kota Blitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....